Friday, 5 June 2020

57 Cita-cita Fan Zhong-yan


Cerita Budi Pekerti 57
Cita-cita Fan Zhong-yan

Fan Zhong-yan hidup pada masa Dinasti Song, sejak kecil sudah mempunyai cita-cita. Suatu kali dia berada di suatu wilayah dan melihat seorang peramal, tanpa berpikir panjang dia bertanya: “Tolong ramal diriku, bisakah saya menjadi seorang perdana menteri?”

Peramal ini kaget mendengarnya, sepanjang hidup dia belum pernah bertemu dengan seorang anak kecil yang mendadak bilang ingin menjadi seorang perdana menteri. Peramal ini berkata pada Fan Zhong-yan: “Usia yang begitu muda, bagaimana bisa bualan-nya begitu besar?”

Fan Zhong-yan jadi agak malu, kemudian dia bertanya lagi pada peramal ini: “Begini saja, kamu coba ramal lagi, bisakah saya menjadi seorang tabib?” Peramal ini terheran-heran, mengapa cita-citanya menjadi begitu berbeda, dia pun bertanya: “Mengapa kamu memilih dua cita-cita ini?”

Fan Zhong-yan menjawab: “Oleh karena hanya dengan menjadi seorang perdana menteri yang baik dan tabib yang baik, yang dapat menolong orang lain.” Peramal ini terharu usai mendengar jawaban dari Fan Zhong-yan, seorang anak kecil yang selalu berpikir ingin menolong orang lain, dia segera berkata pada Fan Zhong-yan: “Kamu memiliki sebutir hati yang sedemikian rupa, sesungguhnya adalah hati seorang perdana menteri, maka kelak kamu pasti dapat menjadi seorang perdana menteri.”

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebajikan” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
                 仲淹立志

宋朝的范仲淹从小就懂得立志。有一次他去算命,走到一个地方,看到一位算命先生,他索性就问: 你帮我看一看,我能不能当宰相?这位算命先生一辈子从来没有见过一个小孩子居然开口就说要当宰相,也着实吓了一跳。就跟范仲淹说: 小小年纪,如何口气这么大?范仲淹有些不好意思,接着又跟算命先生说: 不然这样好了,你再看看,我能不能当医生?算命先生有些纳闷,为何志愿如此悬殊,就问他: 你为什么选择这两个志愿?范仲淹回答: 因为只有良相跟良医可以救人。算命先生听完之后很感动,一个孩子念念想着要救人,算命先生立刻就跟范仲淹说: 你有这样一颗心,乃真正宰相之心,所以你以后一定可以当宰相。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师





56 Kaisar Kangxi Memohon Hujan


Cerita Budi Pekerti 56
Kaisar Kangxi Memohon Hujan

Di dalam buku “Siku Quanshu”《四库全书》tercatat bahwa, Kaisar Kang Xi adalah seorang kaisar yang sangat beretika moral diantara para raja di zaman dulu. Ada suatu masa saat negara mengalami bencana kekeringan, Kaisar Kang Xi bervegetarian dan mengamalkan sila selama satu kurun waktu. Setelah itu dia menuju ke altar, berdoa pada Langit agar diturunkan hujan.

Ketika Kaisar Kang Xi menuju altar, tampak matahari masih bersinar dengan teriknya di angkasa, tiada tanda-tanda akan turunnya hujan. Namun saat dia menapakkan kakinya di altar, dan memanjatkan doa dengan kesungguhan hati, awan gelap mulai memadati angkasa, hujan pun turun setelah dia selesai berdoa.


Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebajikan” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
                 康熙求雨

《四库全书》记载,康熙皇帝在历代君王中是非常有德行的皇帝。当国家遇到旱灾的时候,康熙会有一段时间斋戒沐浴,斋戒沐浴之后再到天坛祈雨。康熙帝在走向天坛的时候,天空是太阳高照,没有任何下雨的迹象。当康熙皇帝踏上天坛用他的至诚心诵读祭文,在诵读祭文的过程中,天空就开始乌云密布,念完祭文之后,雨就降下来了。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

Tuesday, 2 June 2020

55 Kesalahan Ada Pada Beta


Cerita Budi Pekerti 55
Kesalahan Ada Pada Beta

Dalam percakapan-nya, Konfusius sering kali membicarakan tentang kisah Kaisar Yao, Shun, Yu, Tang, dan Zhou Gong yang menguasai baik ilmu sastra maupun seni bela diri. Membicarakan tentang kisah raja bijak dan fenomena masyarakat yang pernah terjadi pada saat itu, Beliau sangatlah merindukannya. Kita dapat memahaminya dari buku sejarah, teladan apa saja yang bisa kita tiru dari raja bijak zaman dulu.

Buku sejarah mencatat, pada suatu hari, ketika Kaisar Yao sedang berada di jalanan, melihat ada dua orang yang ditangkap karena melakukan kejahatan. Melihat kejadian ini, Kaisar Yao jadi panik. Mengapa rakyatku bisa ditahan, apakah mereka telah melanggar hukum? Dia segera berjalan ke lokasi kejadian, ingin mengetahui duduk perkaranya dengan jelas. Setelah di tanya, ternyata mereka telah mencuri barang milik orang lain. Kaisar Yao lanjut bertanya: “Kenapa kalian mencuri?” Kedua orang terhukum ini lalu menjawab: “Kami terpaksa mencuri, karena terjadi kekeringan untuk waktu yang lama dan langit belum juga menurunkan hujan, sementara di rumah tidak ada lagi yang bisa dimakan.”

Kaisar Yao merasa pilu mendengarnya, dia berkata pada prajurit yang mengawal: “Lepaskanlah mereka, dan saya saja yang ditangkap!” Semua orang yang berada di sana terkejut, bagaimana bisa menangkap seorang kaisar? Kaisar Yao berkata: “Saya telah melakukan dua kesalahan besar. Yang pertama, karena saya tidak memiliki etika moral, sehingga mendatangkan kekeringan dan langit tidak menurunkan hujan; Yang kedua, karena saya tidak mendidik rakyatku dengan baik, barulah mereka mencuri.”

Kaisar Yao dengan tulus mengakui kesalahannya, ketulusan hatinya membuat Langit dan Bumi tergugah, pada saat itu juga awan gelap memenuhi seluruh angkasa, dan langit pun segera menurunkan hujan. Alam berubah menuruti perubahan hati penghuninya, mukjizat memang sungguh tak terbayangkan.


Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebajikan” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
万方有罪 罪在朕躬

孔夫子常常在他的言论中,谈到尧舜禹汤、文武周公。谈到当时的圣王,谈到当时的社会现象,夫子对此是非常地向往。我们可以从史书中了解到,古圣先王确实值得我们学习效法。史书记载,有一天,尧帝走在路上,看到两个人犯罪被抓起来。尧帝看了之后,心里很着急。我的人民为何被关,难道犯法了?他赶快趋步上前,把事情了解清楚。结果一问之下,是因为他们偷了人家的东西。尧帝接着就问: 你们为什么要偷人家东西?这两个犯人就说: 因为上天久旱不雨,我们家里已经没有东西吃了,不得已才偷人家东西。尧帝听完很难受,他就对这些押解的士兵说: 你把他们两个放了,把我抓起来吧!当时在场的人都很惊讶,如何可以把君王抓起来?尧帝就说: 我犯了两个大过失。第一,因为我没有德行,所以才召感上天久旱不雨;第二,是我没有把我的人民教好,他们才会偷人家东西。尧帝至诚的反省忏悔,这种真诚心,天地当场都感动,乌云立刻就弥漫整个天空,降下甘露。依报随着正报转,感应确实不可思议。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师