Tuesday, 2 November 2021

117 Kesibukan Tanpa Makna dan Tujuan

Cerita Budi Pekerti 117

Kesibukan Tanpa Makna dan Tujuan

 

Saya pernah menjalin komunikasi dengan beberapa orang pengusaha, mereka bilang bahwa apabila seorang pengusaha tidak mendengarkan ajaran insan suci dan bijak, maka hidup ini benar-benar miskin hingga tersisa uang saja. Ketika manusia hidup hanya memiliki uang namun tidak memiliki kebijaksanaan, uang mungkin adalah malapetaka. Begitu banyak godaan di luar, mungkin karna uang inilah anda mulai merusak kehidupan diri sendiri. Maka itu, ada orang yang meriset bahwa terdapat beberapa versi kisah akhir dari perjalanan hidup para pengusaha.

 

Yang pertama adalah ‘Bekerja keras baik secara fisik maupun mental’, setiap hari bekerja keras melampaui 8 hingga 10 jam, namun mendadak di usia paruh baya mengetahui diri sendiri menderita kanker, dan sakit parah; sudah 10 hingga 20 tahun berusaha keras, pada akhirnya apapun tidak bisa dibawa pergi. Dia terbaring di rumah sakit, hatinya tidak bahagia.

 

Kekayaan yang dihasilkan dari kerja keras sepanjang hidup, pada akhirnya sepeser pun tidak dapat digunakan, apa yang akan dia pikirkan? Hanya ada penyesalan dan tidak ikhlas. Apalagi kalau istrinya masih muda, harta yang begitu banyak entah akan jatuh ke tangan pria mana nantinya. Hasil akhir seperti ini baik tidak? Tidak baik! Namun di masa sekarang memang ada banyak orang yang sedang menuju ke arah begini.

 

Seringkali saya bilang bahwa kehidupan manusia itu penuh dengan kesibukan, buta dan bingung. Pertama adalah aksara (máng/sibuk), di sebelah kiri ada ( xīn/hati) dan di sebelah kanan ada (‘wáng/mati), artinya hati sudah mati, tidak bisa merasakan apa yang dibutuhkan oleh Ayahbunda, istri dan anak, setiap hari hanya tahu sibuk terus.

 

Setelah sibuk sekian lama, masuk ke tahap kedua ‘buta’, mata pun sudah tidak bisa melihat lagi, segala kewajiban diri sudah terlupakan, hanya tahu mencari uang saja; setelah berusia paruh baya baru menyadari bahwa antara istri, anak dan diri sendiri sudah tidak ada komunikasi lagi. Dia akan merasa hidup ini sungguh membingungkan, sesungguhnya apa yang sedang saya lakukan? Inilah yang disebut dengan sibuk, buta dan bingung.

 

Banyak sekali orang tua yang saking sibuknya, anak sendiri sudah kelas berapa saja tidak tahu. Pernah suatu kali Jackie Chan pergi menjemput anaknya, sampai di sekolah menunggu putranya keluar. Setelah lama menunggu, putranya tak kunjung keluar. Kemudian bertemu dengan guru putranya, guru ini keluar dan berkata padanya: “Putra anda sudah SMP lho, kenapa masih menunggu di sekolahan dasar.”

 

Maka itu, kita mesti berpikir kembali, tujuan sebenarnya dari kerja keras itu apa? Permainan uang bukanlah tujuan awal anda bekerja keras yang sesungguhnya. Tujuan awal anda yang sebenarnya bukankah berharap agar ada kehidupan keluarga yang lebih baik? Kita harus ingat akan tujuan kita, jangan sudah sampai di tengah jalan lalu lupa akan arah tujuannya.

 

Namun ini juga bukanlah hal yang mudah, oleh karena fenomena persaingan masyarakat masa sekarang terlalu parah. Pakaian orang lain lebih mahal dari kita, mobil orang lain adalah merek terkenal, apapun yang lebih baik dari kita, maka hati ini merasa tidak nyaman. Jadi, janganlah menjalani hidup yang sibuk, buta dan bingung. Ini adalah kondisi pertama dari akhir perjalanan karir seorang pengusaha.

 

Yang kedua adalah ‘Terbelenggu oleh jeruji besi’, oleh karena caranya menghasilkan uang sering melakukan hal yang beresiko dan melanggar hukum negara. Saya ingat suatu kali pulang dari Beijing, di dalam pesawat saya lihat (baca) ada seorang hartawan Rusia, masih sangat muda dan sepertinya baru berusia sekitar 40-an tahun, sekarang telah menjadi tahanan penjara. Maka itu, hidup tidak boleh serakah, dalam mengelola bisnis, manusia seharusnya menggunakan hati yang tulus dan dapat dipercaya, bersumbangsih tanpa pamrih, yakinlah bahwa akan ada balasan yang baik.

 

Tentu saja di masa yang akan datang jangan membiarkan anak-anak memiliki karir yang beresiko. Yang lebih penting adalah mengajarinya sejak usia dini ‘Benda sekecil apapun janganlah disembunyikan dari Ayahbunda’, mengajarinya bahwa kejujuran barulah merupakan landasan hidup.

 

Yang ketiga adalah, tipe pengusaha yang juga menghasilkan banyak uang, namun karena seringkali mempunyai banyak sekali acara jamuan makan dan minum, tubuh pun jadi rusak. Ketika di usia senja, seseorang tidak memiliki tubuh yang sehat, dapatkah dia menikmati berkahnya? Mungkin seumur hidup, atau sisa hidup mesti dihabiskan bersama obat-obatan, hidup yang seperti ini juga tidaklah baik.

 

Yang terakhir adalah pengusaha yang hidupnya lebih berhasil, yakni memberikan perhatian pada karir dan keluarga pada saat yang bersamaan, ini adalah yang paling sempurna. Paman Lu juga cukup sukses di dunia usaha, beliau pernah menjabat sebagai CEO di perusahaan Yamaha, karyawannya ada 80 ribu orang, merupakan pengusaha yang cukup berhasil. Beliau sangat berprinsip, asalkan setiap hari Minggu siang, beliau akan menolak semua acara, untuk menemani istri dan anaknya makan bersama.

 

Ketika beliau berpegang teguh pada prinsipnya, apa yang dirasakan oleh istri dan anak-anaknya? Kehangatan keluarga. Anaknya akan merasa bahwa Ayah mereka sangat peduli terhadap keluarga, begitu pula dengan istri beliau, maka itu hubungan antar anggota keluarga akan semakin erat.

 

Ketika kita menyadari pentingnya keluarga, secara alami kita akan terus berupaya guna mempertahankan keharmonisan keluarga, faktor keberhasilan ada pada daya upaya manusia, pasti tidak akan mencari alasan dengan mengatakan bahwa diri sendiri tidak berdaya. Selama anda memiliki keteguhan, dengan sendirinya sahabat-sahabat anda akan menyesuaikan diri dengan prinsip anda.

 

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”

(Kompilasi Seputar Kehidupan)

Pembicara: Guru Cai Li-xu

Edisi: Tahun 2008

 

【生活集锦】

人生切勿忙盲茫

 

我曾经接触过一些企业家,他们说企业家假如没有听闻圣贤的教诲,这一生真的是穷得只剩下钱而已。当人生有钱而没有智慧,钱可能就是祸患。外面那么多诱惑,可能会因为钱,开始糟蹋自己的人生。所以,曾经有人研究出来,大企业家有几种下场。第一种叫「劳心劳力」,每天工作很努力,工作超过八到十个小时,但是正值中年突然发现自己得了癌症,生了重病;努力了一、二十年,到头来什么也带不走。他躺在医院,心里不快活。赚了大半辈子的钱,到头来都花不到,他的内心会如何?捶胸顿足。而且他的太太还年轻,这么多财产不知道会落到哪个男人的手里?这个结果好不好?不好!但是现在有很多人确实是往这里冲。

 

我常说人生是忙、盲、茫。第一是忙碌的「忙」,这是会意字,左边一个「心」,右边一个「亡」,代表心死了,不能感受到父母、妻儿的需要,每天就是忙得不得了。忙久了就进入第二个阶段,眼睛看不到了,所有自己的本分事都忘了,只知道赚钱;等走到中年以后,发现太太和孩子跟自己也不能沟通。他会觉得人生很茫然,究竟我在做什么?这就是忙、盲、茫。

 

很多家长忙到自己的孩子读书到几年级都不知道。成龙有一次去接孩子,跑去学校等他儿子出来。等了半天,儿子没出来。突然遇到他儿子的老师,走出来说:「你儿子都上初中了,你还来小学等。」所以,我们要回想,人生努力真正的目的何在?不是玩金钱游戏,那已经不是你当初努力的真正目的。当初努力的真正目的,不就是希望能有个好的家庭生活吗?我们要谨记自己的目标,不要走到半途不知道方向了。但是这确实不容易,因为现在社会攀比的现象太严重了。人家的衣服比我们穿得贵,人家的车子是名牌,比我们的好,自己的心就受影响。所以,不要走忙、盲、茫之路。这是第一种情况。

 

第二种是「啷铛入狱」,因为在赚钱的过程中常常铤而走险,触犯了国法。我记得有一次从北京搭飞机回来,在飞机上看到一个俄罗斯的首富,很年轻看起来差不多仅四十岁左右,现在已经变成阶下囚,被关起来了。所以,人生绝对不能贪婪,应该以诚信去经营事业,老实去付出,相信会有很好的回报。当然要让孩子往后不要铤而走险,更重要的是从小要教他「物虽小,勿私藏」,教他廉洁有守,才是根本。

 

第三种的企业家,也赚了些钱,常常有很多的应酬,把身体搞坏了。当一个人中晚年身体不好,他的福享受得了吗?可能一辈子、后半生都要与药物为伍,这样也不是好的人生。最后比较有成就的企业家,就是事业跟家庭兼顾,这是最完美的。卢叔叔在企业界也相当有成就,曾经还做过雅马哈的总裁,员工有八万人,是相当成功的企业家。但是他做事很有原则,只要是星期天中午,他一定是陪太太跟孩子一起吃饭,他会把这一天所有的应酬都推掉。当他坚持这样做时,带给妻子跟子女的感受是什么?温暖。我的爸爸、我的先生非常在乎家庭,所以家庭的凝聚力就特别好。

 

当我们认知到家庭的重要,自然而然就会积极去做,事在人为,绝对不要找借口说人在江湖,身不由己。只要你有所坚持,你的朋友们自然会随着你的原则去调整。

 

【德育故事 ~ 小故事 真智慧】

         ~蔡礼旭老师 讲述~

 

116 Sejak Kecil Ditempa Menjadi Baja




 Cerita Budi Pekerti 116

Sejak Kecil Ditempa Menjadi Baja

 

Ketika Paman Lu masih kecil, kadangkala Ibunda beliau menyuruhnya membantu mengisi tangki air milik bibi sebelah rumah. Saat itu sudah pukul 4 sore, Ibunda Paman Lu menyuruhnya pergi mengisi air. Satu kali jalan (pulang pergi) untuk mengambil air di tepi sungai dibutuhkan 1 jam lamanya, dan dua kali jalan dibutuhkan waktu 2 jam. Maka itu, beliau pulang ke rumah sudah lewat pukul 8 malam, nasi pun sudah menjadi dingin.

 

Generasi yang hidup di era Paman Lu sangatlah menghormati Ayahbunda mereka. Seperti yang dijelaskan di dalam Di Zi Gui, ‘Apa yang disuruh Ayahbunda lekaslah dikerjakan’, setelah mengerti maka harus dilaksanakan, tidak boleh malas. Jadi, setelah tangki air sudah terisi penuh, barulah beliau pergi menyantap makanannya. Beliau membawa beban air yang begitu berat, masih harus melangkah setapak demi setapak, barulah dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

 

Paman Lu berkata bahwa selama beberapa dekade menjalankan bisnisnya, telah memikul tanggung jawab dan tekanan yang begitu besar, mengapa beliau bisa bertahan? Karena sejak kecil sudah dilatih alhasil menjadi tekad bulat dan pantang menyerah. Beliau bilang bahwa setiap kali berada di bawah tekanan yang sangat berat, di dalam pikirannya akan tampak pemandangan ketika dia sedang membawa air.

 

Tekad bulat yang dilatih seperti itu, memiliki pemahaman yang mendalam terhadap batin beliau. Ketika beliau merasa tidak sanggup melewati cobaan, maka akan terpikir untuk melangkah keluar dan tidak akan goyah dan mundur, dengan demikian barulah beliau berhasil meniti karir hidupnya.

 

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”

(Kompilasi Seputar Kehidupan)

Pembicara: Guru Cai Li-xu

Edisi: Tahun 2008

 

【生活集锦】

从小磨炼始成钢

 

卢叔叔小时候,他母亲有时会叫他去帮助隔壁的阿姨,把她家的水缸装满水。下午四点多了,卢叔叔的母亲叫他去干活。而到河滨去挑水,挑一趟水往返要一个多小时,跑两趟就要两个多小时。所以,他回来都八点多了,饭都凉了。卢叔叔那个时代的人对父母都很恭敬,「父母命,行勿懒」,讲了之后就要做,不能懒惰。所以,他去担水把水缸装满了,才去吃饭。

 

当他担着这样沉重的一担水,还要一步一步跨出去才能把这件事办好。卢叔叔说他这几十年在商场上,承担这么大的责任跟压力,为什么他能挺得过来?从小磨炼成的毅力。他说每当承受很沉重压力的时候,脑海里都会浮现他在挑水的景象。那种意志力的磨炼,对他的心灵有很深的体会。当他觉得撑不过去的时候,会想到一定要跨出去而不退缩,这才成就了他一生的事业。

 

【德育故事 ~ 小故事 真智慧】

         ~蔡礼旭老师 讲述~

 

115 Menerapkan Teori Secara Fleksibel

Cerita Budi Pekerti 115

Menerapkan Teori Secara Fleksibel

 

Ketika saya sedang mengajar ‘Di Zi Gui’, seorang guru meneleponku, dia bilang bahwa ajaran insan suci dan bijak sudah tidak bernilai lagi. Sekarang hambatan bagi banyak orang guna menuntut ilmu ada di sini, diri sendiri masih belum memahami secara mendalam ajaran insan suci dan bijak, sudah terlebih dulu mengkritik insan suci dan bijak. Maka itu, rasa angkuh tidak boleh dipelihara, begitu keangkuhan timbul maka sudah terpisah jauh dari ajaran insan suci dan bijak, tidak berdaya memahaminya.

 

Tentu kita juga tidak boleh bilang: “Anda tidak boleh mengkritik ajaran insan suci dan bijak”, sehingga lawan bicara tidak bisa menerimanya. Saya bilang: “Mohon petunjuk dan bimbingannya, kalimat mana dari insan suci dan bijak yang sudah tidak bernilai?” Guru ini segera berkata: “Memberikan salam kepada Ayahbunda pada pagi dan malam hari.”

 

Saya lanjut bertanya padanya: “Mengapa anda merasa ucapan ini sudah tidak bernilai lagi?” Dia bilang: “Pagi hari memberi salam sekali, malam hari mesti memberi salam sekali lagi, sehari harus memberi salam dua kali, terlalu merepotkan.” Orang masa kini memiliki alasannya tersendiri, saya pun tidak langsung bilang padanya: “Anda sudah keliru”, kalau saya berkata demikian, dia pasti tidak sudi menerimanya.

 

Seperti kata pepatah: “Meskipun anak berlinang air mata merindukan Ayahbunda yang terpisah ribuan mil, tidaklah sebanding hati Ayahbunda yang memikirkan anaknya.” Sesungguhnya masih ada sebagian anak berbakti yang terpisah ribuan mil jauhnya akan berlinang air mata merindukan Ayahbunda. Tidaklah sebanding hati Ayahbunda yang memikirkan anaknya, maksudnya adalah tidak sebanding hati Ayahbunda di rumah yang tidak berhenti merindukan anak mereka sepanjang waktu.

 

Dalam bahasa Hokkien Taiwan terdapat sebuah kalimat: ‘Kasih sayang Ayahbunda kepada anaknya ibarat air yang mengalir, tidak pernah terputus’, namun sayangnya ‘Anak memikirkan Ayahbunda ibarat angin di pucuk pohon’, sekali berhembus maka sudah tak ada lagi, selang waktu lama baru berhembus lagi. Maka itu, rasa rindu kita terhadap Ayahbunda jika dibandingkan dengan kasih sayang dan perhatian Ayahbunda terhadap kita, benar-benar tidak sebanding.

 

Saya lanjut berkata pada guru ini: “Sepanjang waktu Ayahbunda begitu memikirkan diri kita, ketika kita bangun di pagi hari menyapa, selamat pagi Papa Mama, apakah semalam nyenyak tidurnya? Begitu melihat anaknya pagi-pagi sudah mengerti untuk menyapa Ayahbunda, mereka akan sangat bahagia, seperti yang dikatakan ‘Manusia jika bertemu hal yang membahagiakan, pasti akan jadi bersemangat dan bersukacita’, mana ada hal yang lebih membahagiakan Ayahbunda selain bakti anak!

 

Sore hari pulang ke rumah segera menyapa Ayahbunda lagi, melihat semangat anaknya masih bagus hari ini, menandakan bahwa dia belajar dengan giat di sekolah, tidak berseteru dengan teman sekolah, Ayahbunda pun menjadi tenang. Asalkan kita menyapa pada pagi dan malam hari, maka mampu mengurangi sangat banyak kekhawatiran Ayahbunda.

 

Sebagai putra putri, dalam hal keuangan dan kebutuhan hidup, kita masih belum memiliki kemampuan untuk membantu Ayahbunda, namun setidaknya lakukanlah hal yang bisa mengurangi kekhawatiran mereka. Setelah saya membimbingnya dengan cara ini, guru ini berkata: “Guru Cai, anda memahami budaya warisan leluhur dengan sangat baik.” Dia sudah tidak mengatakan lagi bahwa kalimat ini tidak bernilai. Begitu dia bilang begitu, saya langsung membantahnya: “Tidak tidak, anda terlalu memujiku.”

 

Guru yang satu ini memang hebat, dia memujiku seperti ini, memberiku sebuah serangan balik, dengan keras kepala dia berkata: “Guru Cai, anda sendiri juga tidak menerapkannya.” Dia tahu bahwa saya meninggalkan kampung halaman (Taiwan) untuk mempromosikan budaya warisan leluhur di Haikou (Ibu Kota Provinsi Hainan, Tiongkok), maka itu berkata bahwa saya sendiri tidak menerapkan ‘Memberikan salam kepada Ayahbunda pada pagi dan malam hari’.

 

Seorang insan terdidik paling takut orang lain mengatainya, beda ucapan beda pula perbuatan, namun dia bertanya begitu, saya juga tidak gugup. Saya pun menjelaskan padanya: “Apabila sekarang saya menyapa sekali di pagi hari, lalu sekali lagi di malam hari, Mama saya pasti akan marah, Mama akan bilang apakah kamu tidak tahu tarif telepon jarak jauh itu mahal?”

 

Belajar itu tidak boleh kaku, harus fleksibel. Kita menyapa Ayahbunda setiap pagi dan malam hari adalah agar hati mereka tenang, namun jika hal ini dilakukan hanya agar Ayahbunda khawatir, bahkan menghamburkan begitu banyak uang, maka ini sudah bertentangan dengan yang diharapkan.

 

Kita sudah dewasa, yang benar-benar dapat memberi ketenangan hati bagi Ayahbunda, jelas bukan karena sehari anda menelepon tiga atau lima kali, namun bagaimana anda menjadi seorang yang beretika moral dan terdidik, dalam hidup bermasyarakat dapat menjadi insan yang dapat dipercaya, jadi mesti menitikberatkan pada karakter diri dan bukan pada formalitas.

 

Saya secara rutin menelepon pulang seminggu se-kali, pada saat itu Mama saya begitu mendengar ada telepon masuk langsung bisa tahu, beliau akan bilang ini adalah telepon dari putra-ku. Terkadang terlalu kangen sama Mama, selang tiga hari menelepon lagi, beliau akan mendapat kejutan yang tak terduga.

 

Oleh karena itu, kita harus menangkap intinya, sehingga dapat menggunakan ajaran insan suci dan bijak secara fleksibel, dalam segala kondisi kehidupan dapat membuat Ayahbunda bersukacita, dan semua kerabat dan sahabat kita, dapat merasakan di dalam budaya warisan leluhur Tiongkok tersirat makna yang sangat mendalam.

 

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”

(Kompilasi Seputar Kehidupan)

Pembicara: Guru Cai Li-xu

Edisi: Tahun 2008

 

【生活集锦】

道重实质不重形式

 

我在教《弟子规》的时候,有一位老师打电话给我,他说圣贤教诲有糟粕。现在很多人求学问的障碍就在此,自己还没有深入圣贤学问,就先批判圣贤。所以,傲不可长,一傲慢就跟圣贤学问隔了一层,入不进去。当然我们也不能说:「你不可以批评」,这样对方不能接受。我就说:「请教一下,哪一句是糟粕?」这位老师马上说:「晨则省,昏则定,是糟粕。」我接着请教他:「为什么你觉得这一句是糟粕?」这位老师说:「早上问一次,晚上又要问一次,一天要问两次,太麻烦了。」

 

现在每个人都有他的一套道理,我就没有正面跟他说:「你错了」,这样讲他也不能接受。俗话说:「纵有万里思亲泪,不及高堂念子心。」确实还是有一些孝子在万里之外思念父母会流下泪来。不及高堂念子心,是说比不上家里的父母无时无刻不在思念孩子的那分心。闽南话有一句叫做:「父母疼子长流水」,就是说父母思念孩子就像水一样,细水长流,从未中断。可惜「子想父母树尾风」,孩子想父母就好像一阵风,吹过来就没了,隔了很久再吹一下。所以,我们对父母的思念,与父母对我们的关怀,真是无法相比。

 

我接着就跟这位老师说:「父母如此时时刻刻在念着我们,当我们早上起来去跟父母问安,爸爸、妈妈早上好,昨天睡得好吗?」父母一看,孩子一大早就懂得跟父母问安,他们就很愉快,所谓「人逢喜事精神爽」,哪有比孩子孝顺更能让父母欢喜的事!下午回到家里赶快再跟父母问安,父母一看,孩子今天精神挺好,说明在学校学习很认真,没有跟同学发生冲突,父母也很放心。我们只要早晚问安,就能让父母减少很多担忧。做子女的,在经济上,在生活上,还没有能力去帮助父母,但最起码要做到减少父母的担心。

 

我这样一引导之后,这位老师就说:「蔡老师,你的中国文化学得还不错。」他就没有继续说这句话是糟粕。他如此一说,我立刻表示:「没有没有,您过奖了。」这位老师很厉害,他这样一夸奖我,马上给我一个回马枪,直逼问我,他说:「蔡老师,你自己都没有做到。」他知道我是离乡背井在海口推展中国文化,所以说我自己都没做到晨则省,昏则定。读书人最怕别人说我们说一套做一套,但他这样一问,我也不紧张。我就跟他说明:「假如现在我早上问一次,晚上问一次,我妈妈会骂我,她说你不知道长途电话费很贵吗?」

 

求学问不能学呆了,要灵活。我们早晚问安最重要的是能令父母安心,若早晚问安是让父母担心,花那么多钱,就是事与愿背道而驰。我们是成年人了,真正能让父母安心的,绝对不是你一天打三通电话、五通电话,而是我们的道德学问、为人处事能真正让他信得过,所以要重本质,不能死在形式上。

 

我是固定一个星期打一通电话回家,我母亲在那个时间,她听到电话响就有感应,说这是我儿子打来的。有时太想母亲了,隔三天就打回去,她会有意外的惊喜。因此,我们要抓住本质去灵活运用圣贤的教诲,才能在每个时代、每个生活状态中,将之运用得很灵活,让父母欢喜,让所有接触我们的亲友,都能感受到中国文化的一种深厚的内涵。

 

【德育故事 ~ 小故事 真智慧】

         ~蔡礼旭老师 讲述~