Monday, 22 March 2021

110 Sejak Usia Dini Mendidik Anak Membedakan Baik dan Jahat

Cerita Budi Pekerti 110

Sejak Usia Dini Mendidik Anak Membedakan Baik dan Jahat

 

Keponakan saya, sejak berusia 3 tahun lebih, mamanya sudah mulai mengajarkan dia membaca ‘Di Zi Gui’, kemudian memberi penjelasan tentang ‘Di Zi Gui’, agar dia lebih mengerti. Alhasil saat membawanya keluar untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain, sewaktu ada anak berkata kasar terhadap orang lain, bahkan memukuli orang tersebut, begitu keponakan saya melihatnya, dia menarik mamanya dan berkata: “Anak itu tidak boleh memukuli orang lain, juga tidak boleh memarahi orang lain.”

 

Mengapa dia bisa memiliki penilaian sedemikian rupa? Dikarenakan pengaruh dari ‘Di Zi Gui’ yang sudah diajarkan kepadanya. Umpamanya, jika anda mendidik anak bahwa berbakti adalah hal yang benar dan berbakti adalah kebaikan, tahukah dia apa yang dimaksud dengan kejahatan? Yakni tidak berbakti adalah kejahatan.

 

Ketika anda mendidiknya agar menyayangi saudara-saudaranya dan menghormati senior, dia tahu bahwa ini adalah kebaikan, lalu tahukah dia apa yang dimaksud dengan kejahatan? Yakni tidak memiliki rasa hormat dan tidak menghargai persaudaraan.

 

Ketika anak-anak tahu bahwa sangat penting untuk bermawas diri, urusan sendiri haruslah dikerjakan oleh diri sendiri adalah kebaikan, pada saat bersamaan dia juga akan tahu apa yang dimaksud dengan kejahatan.

 

Ketika dia tahu bahwa mengasihi sesama adalah kebaikan, dengan sendirinya dia akan tahu apa yang dimaksud dengan kejahatan, sehingga anak dapat membedakan dengan jelas apa itu kebaikan dan kejahatan. Mampu membedakan baik dan jahat secara jelas, maka dia akan memilih kebaikan dan menjauhi kejahatan.

 

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”

 ( Seputar “Pedoman Mengajar” )

Pembicara: Guru Cai Li-xu

Edisi: Tahun 2008

 

教化实例   ~ 【教学锦囊篇】

从小教子辨善恶

  

我的外甥,她的母亲也是在孩子三岁多就开始教他读《弟子规》,然后讲解《弟子规》让他了解。结果带他到外面跟其他小朋友交往,当其他的小孩如果恶言对别人,甚至还动手打人,我的外甥看了就会拉拉他母亲说:‘那个小孩不可以打人、这个小孩不可以骂人。’为什么他会这样判断?教导《弟子规》所起的作用。

 

譬如,你教孩子孝是对的,你教孩子孝是善,他能否知道什么是恶?不孝。当你教他友爱兄弟、尊敬长辈,他知道这是善,他知不知道什么是恶?不敬、不悌。当他知道谨慎很重要,自己的事情要自己做是善,他同时也就知道什么是恶。当他知道爱人是善,他自然就会知道什么是恶,所以孩子就会善恶分明。善恶分明,他就会有所取舍,取善舍恶。

 

【德育故事 ~ 小故事 真智慧】

         ~蔡礼旭老师 讲述~

 

Sunday, 21 March 2021

109 Dengan Teladan Nyata Harapan Akan Terwujud

Cerita Budi Pekerti 109

Dengan Teladan Nyata Harapan Akan Terwujud

 

Agar proses belajar anak bisa berjalan sebagaimana mestinya dan kehidupan mereka bisa teratur, maka harus menetapkan kebiasaan membaca bagi mereka. Banyak orang tua yang bilang: “Sulit sekali! Anak-anak sekarang begitu senang bermain.” Sepertinya kita hanya berpikir ke arah yang buruk, tentu saja anak-anak akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan.

 

Mengenang kembali ketika saya dan kedua kakak perempuanku masih kecil, kami sama sekali tidak pernah menonton televisi, padahal kala itu ingin nonton juga sangat gampang, namun mengapa kami tidak menonton televisi? Ayahbunda-ku juga tidak pernah berkata: “Kamu jangan nonton TV ya!”

 

Usai menyantap makan malam, Ayahbunda akan pergi ke kamar mereka untuk membaca buku. Saat itu usiaku masih kecil, begitu membuka pintu kamar dan melihat Ayahbunda sedang membaca buku, apakah berani asyik duduk sendiri dan menonton TV? Tidak berani!

 

Maka itu, dengan sendirinya saya dan kedua kakak akan naik ke lantai atas dan membaca buku. Saya ingat ketika masa-masa SMP dan SMA, Ibunda-ku naik ke lantai atas bukan untuk menyuruh kami membaca buku, namun menyuruh kami: “Pergilah tidur, jangan baca lagi.” Maka, setelah terbiasa lama kelamaan jadi tabiat.

 

Sesungguhnya mendidik anak tidaklah sesulit yang kita bayangkan, yang terpenting adalah ‘Memberikan teladan dengan tindakan nyata’. Jika dalam hal belajar, Ayahbunda ‘Menjalankan kebiasaan hidup dengan teratur dan konsisten’, maka dengan sendirinya anak-anak akan meneladaninya.

 

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”

 ( Seputar “Pedoman Mengajar” )

Pembicara: Guru Cai Li-xu

Edisi: Tahun 2008

 

教化实例   ~ 【学习篇】

以身作则 心想事成

  

要让孩子的学业上轨道,让他生活有规律,就要有固定的读书习惯。很多家长说:‘很难!现在的孩子如此爱玩。’我们好像都会往坏的地方去想,都往坏处去想,当然孩子就被你心想事成了。回想起我跟两个姊姊从小都不看电视,那时看电视也很方便,但是为什么我们不看电视?而我的父母也从未说过:‘你不要看电视。’他们是晚餐吃完之后,就到房间里看书。那时我年纪还小,打开父母的房间一看,父母在看书,自己敢不敢去坐在电视机前面大摇大摆的看电视?不敢!所以,很自然的就和两个姊姊一起上楼去看书。我记得在初中、高中时代,我母亲上楼来不是叫我们看书,都是叫我们:‘去睡觉了,不要再念了。’所以,习惯成自然。其实教育孩子没有想像中那样困难,最重要的是‘以身作则’。父母对学习‘居有常’,孩子自然起而效法。

 

【德育故事 ~ 小故事 真智慧】

         ~蔡礼旭老师 讲述~

 

108 Ayahbunda dan Guru Bekerja Sama Mendidik Anak

Cerita Budi Pekerti 108

Ayahbunda dan Guru Bekerja Sama Mendidik Anak

 

Ada seorang anak, setelah bangun di pagi hari, dia menggosok gigi dan mencuci muka, lalu berlama-lama dan menunda-nunda waktu di sana. Karena sikat gigi dan odol sekarang memiliki bentuk dan gambar yang bagus-bagus, maka anak-anak akan menggosok gigi sambil bermain.

 

Mamanya tahu si anak pasti akan terlambat ke sekolah kalau dia terus saja seperti itu, namun masih bersabar dan berdiam diri. Sesampainya di sekolah, memang benar sudah telat, mamanya memerhatikan dia naik ke lantai atas. Oleh karena murid-murid lain sedang mengikuti upacara bendera, akhirnya si anak tidak dapat ikut serta. Mamanya pun berpikir, anak ini pasti akan ditegur oleh gurunya.

 

Ketika siang hari, anak ini pulang ke rumah, begitu melihat tidak ada rasa bersalah di wajah anaknya, mama merasa waspada bahwa gurunya tidak menghukum dan menegur anaknya. Sore itu juga, mama menelepon guru anaknya dan berkata: “Putra saya hari ini terlambat lho.” Usai mendengarnya, sang guru segera berkata: “Tidak masalah, tidak masalah.”

 

Kemudian mama si anak menjawab: “Bagaimana bisa tidak ada masalah? Sudah sangat bermasalah! Jika tidak segera memberi tahu perihal keterlambatan dia, anak akan mengembangkan kebiasaan buruk ini.” Lalu guru inipun bilang: “Saya pikir  anda menelepon untuk menjelaskan mengapa anak anda bisa terlambat ke sekolah.”

 

Mama lanjut berkata pada guru anaknya: “Anda harus menegur dan menghukumnya, agar dia tahu bermawas diri.” Akhirnya guru menjawab: “Hari begini masih ada orang tua yang meminta teguran dan hukuman untuk anaknya, sudah jarang sekali dijumpai.” Sambil tertawa menyetujui gurunya bilang: “Baiklah, sore ini saya pasti akan menegurnya.”

 

Pulang sekolah di sore hari, begitu masuk rumah, si anak buru-buru mencari jam wekernya. Mengapa mesti mencari jam weker? Agar besok dia tidak terlambat ke sekolah. Dia segera memutar jarum jam ke pukul setengah enam, barulah hatinya merasa lebih tenang. Begitu melihatnya, sang mama berjalan menghampiri anaknya dan berkata: “Sekarang kamu mengatur alarm berbunyi pukul setengah enam, maka nanti waktu makan malam alarm ini akan berbunyi; setelah selesai makan malam dan sudah lewat pukul setengah enam baru kamu atur lagi alarmnya, maka besok pagi dia akan berbunyi.

 

Jadi, si anak juga belajar bahwa ada 12 jam di alat pengukur waktu ini dan dalam sehari terdapat dua kali pukul setengah enam, seharusnya usai makan malam baru mengaturnya. Setelah itu, dia selalu bangun tidur sendiri dan mengatur sendiri waktunya, tidak lagi terlambat ke sekolah. Bahkan dia selalu membawa jam weker kecilnya kemanapun dia pergi, selalu bangun tepat waktu.

 

Oleh karena itu, di dalam mendidik anak-anak, sangatlah penting untuk bermawas diri di awal, ketika pertama kali anak melakukan kesalahan, dan anda mampu memperbaiki kesalahannya, dia akan memperoleh manfaat di sepanjang hidupnya. Dalam hal menghargai waktu, kita juga mesti menggenggam peluang guna mendidik dan membimbing mereka.

 

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”

 ( Seputar “Belajar Keterampilan Hidup” )

Pembicara: Guru Cai Li-xu

Edisi: Tahun 2008

 

教化实例   ~ 【学习篇】

亲师配合善教子

  

有个孩子早上起床后,刷牙洗脸,在那里磨磨蹭蹭耽搁时间。因为现在的牙刷上面有图案,牙膏也有很漂亮的图案,所以孩子一边刷牙一边玩耍。母亲看到他这样继续下去,一定会迟到,可是也是按兵不动。到了学校以后,确实迟到了,母亲就看着他上楼去。结果儿子没有去参加升旗,因为其他同学都去升旗了。妈妈就想,这孩子一定会被老师批评。中午的时候,孩子回到家里来,一看到孩子的脸上没有任何的惭愧,也就警觉到老师没有处罚、没有批评他。当天下午,母亲就打一通电话给老师,跟老师说:‘我儿子今天迟到了。’老师一听完,马上对家长说:‘没关系,没关系。’结果母亲就回答说:‘怎么会没关系?很有关系!孩子迟到假如不马上跟他说,他就养成坏习惯。’结果这位老师就说:‘我还以为你是打电话来要跟老师解释孩子为什么迟到。’接着家长就跟老师说:‘你要好好批评、处罚他,让他有所警觉。’结果老师回答:‘这个年头还有家长来讨批评、讨处罚的,已经不多见了。’老师一边笑也答应说:‘好好好,我下午一定好好批评他。’

 

下午放学回家,孩子一进到家里,立刻去找闹钟。为什么要找闹钟?明天不能迟到。立即把指针转到六点半,心里才比较安心。母亲一看,就走过来跟孩子说,你现在调六点半,待会吃饭的时候闹钟就响了;你要吃完饭,等过了六点半以后再去调整,明天就会响。所以,孩子也学习到,闹钟是十二个小时的,一天有两个六点半,应该吃完饭才去调闹钟。以后他都是自己起床,自己安排时间,不迟到。而且他无论到哪里,都带着自己的小闹钟,常常按时间自己起床。因此,在教育中,慎于始很重要,孩子第一次犯错,你能纠正他,他终身受益。对于珍惜时间,也要掌握机会来教导。

 

【德育故事 ~ 小故事 真智慧】

         ~蔡礼旭老师 讲述~