Tuesday, 21 July 2020

71 Memelihara Hati Hormat Anak


Cerita Budi Pekerti 71
Memelihara Hati Hormat Anak

Ada banyak sekali murid yang membaca Klasik, semuanya mempelajari ajaran insan suci dan bijak. Kami pun bertanya pada mereka, mengapa membaca Klasik? Mereka akan menjawab: “Saya ingin menjadi seorang insan suci, karena dengan membaca Klasik dapat menjadi insan suci dan bijak.” Lalu guru membuat peraturan untuk mereka, setiap hari pukul tujuh pagi mesti membaca ‘Di Zi Gui’, maka mereka akan bangun tidur pukul setengah tujuh, dan mulai membaca pada pukul tujuh.

Pada saat malam Tahun Baru anak-anak akan tidur lebih larut, ayahbunda khawatir anaknya tidak cukup tidur, sehingga alarm diperlambat satu jam. Alhasil si anak yang mesti bangun pukul enam atau tujuh, sekali lihat alarm baru pukul lima sekian, lanjut tidur lagi.

Oleh karena merasa ada yang tidak beres, sebab setiap manusia mempunyai jam biologis mereka sendiri, si anak pun keluar dan melihat sudah hampir pukul delapan, anak ini langsung menangis keras: “Sudah hampir pukul delapan, saya masih belum membaca ‘Di Zi Gui’.”

Anak-anak mengembangkan kebiasaan yang baik sejak kecil, merupakan bentuk rasa hormatnya terhadap guru, terhadap janjinya sendiri, maka tidak berani melalaikannya.

Maka itu, baik tidak ayahbunda berbuat demikian? Tidak baik, ini bertolak belakang dengan pendidikan. Meskipun waktu tidur berkurang, namun anak-anak telah membentuk kebiasaan hidup yang disiplin, ini juga merupakan rasa hormatnya pada guru dan sikap menghormati ajaran insan suci dan bijak.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
         ( Seputar “Bakti dan Hormat” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

教化实例   ~ 【孝敬篇】
长养孩子的恭敬心

很多读经的孩子,都薰习圣贤的学问。我们问他,为什么要读书?他们会回答说:‘我要作圣人,因为读书志在圣贤。’老师跟他们规定,每天七点要念《弟子规》,所以他们都是六点半就起床,每天固定七点就开始读诵。在过年期间孩子睡觉比较晚,父母唯恐孩子睡不够,就把闹钟转慢一个小时。结果孩子在六、七点的时候醒过来,一看闹钟才五点多,又继续睡。后来觉得不大对劲,因为每个人都有自己的生理时钟。因此他就走了出来,一看已经快八点了,孩子立刻放声大哭说:‘快八点了,我还没念《弟子规》。’孩子从小养成好习惯,这其中还包含了对于老师的恭敬,对于自己的承诺,不敢忘失。

所以,父母这样做好不好?不好,这是反教育。虽然少睡一点时间,但是孩子却形成了很有规律的生活习惯,甚至这也是对老师的恭敬、对圣贤教育恭敬的态度。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师


70 Mendidik Anak Menghormati


Cerita Budi Pekerti 70
Mendidik Anak Menghormati

Ada seorang guru, anaknya sedang mengetuk pintu, lalu ibu mertuanya (nenek dari anaknya) menghampiri, mungkin ingin memanggil cucunya untuk makan. Alhasil cucunya membentak nenek: “Jangan berisik!” Si anak tidak menghormati neneknya. Pendidikan sangatlah penting, mesti “Hati-hati di awal”, setelah menemukan ada yang salah harus segera ditangani, jika sudah menjadi kebiasaan akan sulit mengubahnya.

Guru ini sangat peka, segera dia membuka pintu dan berkata pada anaknya: “Minta maaf pada nenek.” Dengan cepat dia mengoreksi tidak adanya rasa hormat dalam ucapan anaknya. Bagaimanapun anaknya tidak bersedia meminta maaf. Akhirnya neneknya berkata: “Cuaca begitu panas, buat apa meminta maaf.” Di saat seperti ini, adalah sedang menguji kebijaksanaan kita sebagai ayahbunda.

Melihat anaknya tidak bersedia meminta maaf, bundanya segera berkata: “Mama, anak tidak terdidik dengan baik adalah tanggung jawab saya, saya minta maaf pada Mama.” Bundanya baru selesai bicara, putranya sudah meneteskan air mata. Apa arti dari air mata ini? Timbul rasa malu di hatinya.

Ibunda berkata lagi pada anaknya: “Lihatlah, kamu tidak hormat pada nenek, namun nenek masih saja memikirkanmu, takut kamu kepanasan, bisakah kamu melihat hati nenek adalah memikirkanmu setiap saat?” Seorang menantu membantunya bicara, nenek pun terharu mendengarnya. Maka itu, hubungan antara ibu mertua dan menantu perempuan menjadi sangat baik karena masalah ini. Nenek merasa menantunya dapat memahami isi hatinya.

Selanjutnya ibunda berkata pada anaknya, malam ini tulislah di buku harianmu, renungkan baik-baik kesalahanmu. Malam hari anak ini menulis di buku hariannya, dia menulis ada dua ‘Saya’, yang satu adalah ‘Saya yang sangat baik’, dan satunya lagi adalah ‘Saya yang tidak baik’, yang baik dan yang tidak baik sedang tarik menarik. Di usia muda sudah ada pergumulan sedemikian di hatinya, setelah dewasa akan ada lebih banyak lagi.

Namun apabila hati bakti ini sudah berakar sangat dalam dan kokoh sejak masih kecil, maka kehidupan si anak tidak akan ada pertentangan, juga tidak akan melakukan sesuatu yang disesali diri sendiri hanya karena tidak hormat dan tabiatnya yang buruk. Maka itu, saat anak melakukan kesalahan, sebagai ayahbunda harus peka dan bisa segera mendidiknya.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
         ( Seputar “Bakti dan Hormat” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

教化实例   ~ 【孝敬篇】
循循善诱教恭敬

有一位老师,她的孩子在门口给她敲门,她的婆婆(孩子的奶奶)就走过来,可能是要叫孙子吃东西。结果她孙子马上就顶撞了奶奶一句话:‘你别吵了!’孩子对奶奶不恭敬。教育非常重要,要‘慎于始’,一经发现就要赶快处理,不然养成了习惯就很难改。这位老师很敏感,立即开门对她的孩子说:‘向奶奶道歉。’立刻纠正他讲话时的不恭敬。孩子死都不道歉,不愿意道歉。结果她的婆婆就说:‘天气这么热,还道什么歉。’此时,是在考验我们为人父母的智慧。

看到孩子不愿道歉,母亲马上就说:‘妈妈,孩子没有教育好是我的责任,我给您道歉。’妈妈的话才说完,儿子眼泪就掉了下来。眼泪掉下来意味着什么?惭愧心由衷而生。接着母亲又告诉孩子:‘你看,你对奶奶这样不恭敬,奶奶却念念都想到你,怕你太热了,你是否看到奶奶的心都是时时为你着想。’当媳妇的帮奶奶说话,奶奶听了以后很感动。所以,婆媳关系因为这件事有很好的发展,因为奶奶觉得媳妇知道自己的心。

紧接着妈妈就跟孩子说,你今天晚上要写日记,好好反省一下。这个孩子晚上写日记,说他有两个‘我’,一个是很善良的我,一个是不善良的我,那个不善良跟善良在那里拔河。小小年纪心中会有如此挣扎,长大以后就有更多挣扎。但是假如孝心从很小就根深蒂固,他的人生就不会如此矛盾,也不会因为不恭敬、坏脾气做了一些让自己后悔之事。所以,当孩子犯了错误,为人父母要很敏感,立刻教育。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师


Sunday, 19 July 2020

69 Kegiatan Melindungi Telur Sehari


Cerita Budi Pekerti 69
Kegiatan Melindungi Telur Sehari

Kami pernah mengadakan sebuah kegiatan untuk anak-anak, membiarkan mereka mengambil sebutir telur, lalu ditaruh (dikalungkan) di atas tubuh mereka,  kami menyebutnya ‘Kegiatan melindungi telur sehari’. Memberitahu para murid, hari ini rasakan sebentar bagaimana perasaan melindungi sebutir telur, mampukah kalian melindunginya dengan baik.

Pada awalnya anak-anak sangat berhati-hati, alhasil sekitar 1-2 jam berlalu mereka telah lupa. Maka terdengar banyak sekali suara ‘Ah!’, sampai mata pelajaran terakhir di hari itu, tidak tersisa sebutir pun telur yang tidak pecah. Guru pun membimbing mereka, lihatlah baru sehari saja kamu sudah tidak sanggup melindunginya, jika mama-mu sama sepertimu, tiap hari tidak bisa berdiam diri, setelah dilahirkan tubuh kalian hanya akan penuh lebam. Maka itu, selama sepuluh bulan ibunda mesti sangat waspada melindungimu, dan berat badanmu semakin hari semakin bertambah.

Akan ada reaksi pada tubuh ibunda ketika sedang mengandung, yakni muntah dan tidak berselera makan, meskipun demikian, masih memaksakan dirinya untuk bisa makan. Mengapa ibunda sudah tidak berselera, tetap harus makan? Supaya tubuhnya bisa menyerap nutrisi dari makanan lalu diteruskan buat janinnya. Meskipun merasa tidak nyaman, dia tetap memaksakan dirinya menelan makanan.

Maka itu anak-anak sekalian, bolehkah kamu memilih-milih makanan? Lihatlah mama saja bersedia makan demi dirimu, kamu juga harus membalasnya, jangan memilih-milih makanan, makanlah makanan yang bergizi, buatlah tubuhmu sehat, agar mama bersukacita. Dengan dibimbing seperti ini, anak-anak akan merasakan hal serupa dengan yang kita rasakan.

Pada usia kehamilan sepuluh bulan tubuh pun terasa semakin berat, bahkan berjalan saja terasa sulit. Kami juga pernah memperagakannya kepada anak-anak menggunakan bola basket, biar mereka merasakan, banyak sekali hal mesti dialami sendiri, barulah mampu memperoleh perasaan yang sesungguhnya. Selanjutnya saya maju selangkah lagi membimbing para murid, saya bilang: “Di samping ranjang ruangan bersalin terdapat dua tiang baja yang sangat kokoh, alhasil tiang baja yang kokoh pun menjadi bengkok. Anak-anak sekalian, kekuatan apa yang menyebabkan tiang baja ini bengkok?” Anak-anak berkata: “Kekuatan rasa sakit.”

Oleh karena ibunda mengalami rasa sakit yang hebat saat akan melahirkan, maka kedua tangannya memegang erat tiang baja ini, dan seiring berjalannya waktu tiang pun menjadi bengkok oleh kekuatan-kekuatan ini. Dibanding dengan kanker, rasa sakit yang dialami ketika melahirkan lebih luar biasa, mengapa banyak penderita kanker yang mengakhiri hidupnya? Karena mereka tidak mampu menahan rasa sakit yang dideritanya.

Ibunda justru mampu menahan rasa sakit yang lebih parah dibanding kanker! Setelah buah hatinya lahir, apa yang ditanyakan ibunda pertama kali, apa pula yang pertama kali dia pikirkan? Apakah bayiku sehat? Kasih sayang seorang ibunda pada putra-putrinya, dapat membuatnya segera melupakan rasa sakit yang tak tertahankan, kita harus mengingat budi kebajikan ini di dalam hati sepanjang hayat.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
         ( Seputar “Bakti dan Hormat” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

教化实例   ~ 【孝敬篇】
一日护蛋活动

我们曾经给孩子举办过一个活动,让他们拿一个鸡蛋,然后放在身上,此为‘一日护蛋活动’。告诉同学们,今天都体验一下保护一个鸡蛋的感觉,只要一天,看能不能把它保护好。结果孩子一开始小心翼翼,差不多过了一、两个小时就忘记了。所以,就听到很多‘啊!’的声音,到当天最后一节课,没有破碎的鸡蛋所剩无几。老师就引导他们,你看你才守一天就守不住了,假如妈妈像你一样,每天蹦蹦跳跳,你一生出来就会这边青一块,那边紫一块。所以,母亲十个月都要很小心谨慎的保护你,而你的体重却一天比一天加重。

母亲在怀胎的时候会有生理反应,会呕吐吃不下饭,虽然如此,还勉强自己一定要把食物吃下去。为什么母亲没胃口,还要把食物吃下去?为了让她的身体吸收营养之后可以输给胎儿,所以纵使她很难受,也会勉强自己把食物吃下去。所以,诸位小朋友你是否可以偏食?你看妈妈为了你,都愿意把食物吃下去,你也应该回馈妈妈,不要偏食,该吃的、有营养的要吃下去,让身体强壮,让妈妈欢喜。我们这样引导,孩子就会感同身受。

怀胎十月的时候身体就会逐渐加重,走起路来很不容易。我们也曾经用篮球给孩子做过示范,让他去感觉,因为很多事你都要去亲身体验,才能得到真实的感受。接着我又进一步引导学生,我说:‘产房生产的床边有两条钢柱很粗,结果这样粗的钢柱都弯曲了。诸位小朋友,是什么力量使这个钢柱变弯了?’小朋友就说:‘痛的力量。’因为母亲生产时会产生巨痛,所以双手抓着这些钢柱,日积月累,钢柱都被这些力量拉弯了。生产时的痛比癌症还要痛,很多癌症病患者为什么自杀?疼痛到不能忍受。母亲居然能承受比癌症还要严重的痛苦!待孩子降生之后,母亲的第一句话、第一个念头是什么?孩子是否健康?母亲对于子女的疼爱,可以将无法忍受的疼痛完全抛在脑后,如此的恩德,我们这一生都要牢记在心上。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师