Saturday, 20 June 2020

60 Saat miskin tidak mengubah cita-cita, saat kaya tidak mengubah kedisiplinan


Cerita Budi Pekerti 60
Saat miskin tidak mengubah cita-cita, saat kaya tidak mengubah kedisiplinan

Tempo dulu ketika Fan Zhong-yan sedang belajar di ruang penginapan di sebuah Vihara (zaman dulu sebelum mengikuti ujian negara di ibukota, para pelajar miskin akan memilih menginap di Vihara), secara tidak sengaja dia menemukan setumpuk emas.

Saat itu dia masih sangat miskin, kita selalu mengatakannya sebagai “Mengganjal perut dengan bubur”, memasak satu panci bubur, setelah masak lalu didiamkan sampai dingin dan jadi padat, yakni melekat jadi satu kesatuan, lalu dipotong-potong, setiap tiba waktu makan, hanya boleh menyantap satu potong saja.

Dalam kondisi yang begitu miskin dan susah, Fan Zhong-yan menemukan setumpuk emas, apa yang akan dilakukannya? Hatinya tak tergerak sama sekali, emas itu malah dikuburnya dengan baik. Di kemudian hari, Fan Zhong-yan berhasil lulus ujian negara, mengerahkan segenap kemampuan guna mengabdi pada rakyat.

Suatu hari, pengurus Vihara tempat dia menginap dulu, mengetahui bahwa Fan Zhong-yan berhasil lulus ujian negara dan sekarang sudah jadi pejabat, makanya mengunjunginya untuk minta donasi.

Fan Zhong-yan berkata: “Tidak masalah, saya akan mendonasikan sejumlah sekian.” Pengurus Vihara yang mendengarnya langsung terperanjat: “Tetapi mustahil Anda sekarang bisa mempunyai kekayaan sebanyak itu.”

Fan Zhong-yan berkata lagi: “Cobalah kalian gali di salah satu sudut Vihara, di sana terdapat sekantong emas.” Setelah digali, ternyata benar ada sekantong emas yang terkubur dengan baik.

Ketika seseorang masih belum memiliki ketenaran dan keuntungan, namun dia tetap teguh tak tergoyahkan oleh ketenaran dan keuntungan, inilah keterampilan yang sesungguhnya dari insan terpelajar.

Seperti yang dikatakan sebagai: “Saat miskin takkan mengubah cita-cita, saat kaya takkan mengubah kedisiplinan”. Fan Zhong-yan memiliki keterampilan sedemikian rupa, barulah dalam lingkungan pekerjaannya yang rumit, dia dapat melewatinya sebagai “Meskipun ratusan godaan menghampiri, namun tetap berpendirian teguh dan takkan terpengaruh”.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebajikan” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
贫贱不能移 富贵不能淫

范仲淹先生当初在一座寺庙的房间里读书,偶然的机会发现了一堆金子。他当时还很穷,我们常说的饘粥糊口,煮一锅粥,煮完之后让它自然凝固,就黏在一起变成一大团,再用刀切开,一餐吃一块。在如此穷困的状况之下,发现了一堆金子会如何处置?完全不为所动,把它埋好。后来考上功名,为人民服务尽心尽力。

以后遇到一个因缘,这个佛寺知道他已经功成名就,就去找他化缘。范仲淹说:‘好,我捐多少多少钱。’听到的人很惊讶:‘你现在也没有这么多钱。’他说:‘到寺庙里的某一个角落去挖,那里有一袋金子。’真的去挖,就是那一袋金子。一个人还没有名、没有利的时候,他对名利都能够不为所动,这是读书人真正的功夫。所谓‘贫贱不能移,富贵不能淫’。他有这样的功夫,才能在如此复杂的官场中,‘百花丛中过,片叶不沾身’。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

Sunday, 7 June 2020

59 Kisah Dewa Lü Dong-bin


Cerita Budi Pekerti 59
Kisah Dewa Dong-bin


Dalam Taoisme ada kisah tentang Delapan Dewa, di antaranya ada Zhong Li, guru dari Lü Dong-bin. Zhong Li ingin mengajarkan Lü Dong-bin sebuah ilmu sulap yang diberi nama ‘Mengubah Besi Menjadi Emas’. Zhong Li berkata pada Lü Dong-bin: “Setelah menguasai metode ini, saat melihat ada orang miskin, maka hanya dengan sekali tunjuk, kamu sudah bisa menolongnya.”

Lü Dong-bin pun bertanya, setelah besi ini berubah menjadi emas, apakah emas ini akan berubah lagi menjadi besi? Zhong Li berkata: “500 tahun kemudian emas ini akan berubah jadi besi kembali.” Lü Dong-bin berkata: “Bukankah ini mencelakai orang yang hidup pada 500 tahun mendatang, saya tidak akan melakukan hal semacam ini.”

Zhong Li berkata bahwa untuk menjadi seorang dewa, harus mengumpulkan sebanyak 3.000 pahala, namun 3.000 pahala ini telah sempurna hanya dengan sebutir niat hati Lü Dong-bin. Oleh karena dia bukan hanya berpikir untuk orang yang hidup pada masa kini, dia juga peduli terhadap orang yang hidup pada masa 500 tahun mendatang. Ini membuktikan hati Lü Dong-bin sungguh mulia dan welas asih.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebajikan” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
            仙人吕洞宾

道家有八仙,其中吕洞宾的老师是钟离。钟离要教吕洞宾一个法术,叫 点铁成金。钟离就跟吕洞宾说: 这个方法学会之后,你见到贫穷的人,点一下,就可以帮助他。吕洞宾又问,此铁变成金子以后会不会又变成铁?钟离说: 五百年之后会变回来。吕洞宾说: 那岂不是害了五百年以后的人,这种事我不干。他的老师说成仙要积三千功行,他这一念心三千功行都圆满了。因为他不是只想到当下的人,五百年后的人他都能够去爱护,代表他的心非常仁慈。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师



Friday, 5 June 2020

58 Ayah dan Anak Sehati


Cerita Budi Pekerti 58
Ayah dan Anak Sehati

Saat memberi nama seorang anak, Ayahbunda zaman dulu berharap agar sang anak dapat menjadi seperti nama yang mereka berikan. Contohnya Fan Zhong-yan, dia menamai putra sulungnya Fan Chun-ren, berharap agar putranya memiliki sebutir hati yang bersih, berhati mulia dan penuh kasih.

Di suatu hari saat putranya sudah dewasa, Fan Zhong-yan menyuruh putranya mengantarkan gandum sebanyak 500 dou (dou adalah satuan takaran beras zaman dulu, 1 dou setara dengan 10 liter beras) ke kampung halamannya, Jiangsu. Selama proses pengiriman, Fan Chun-ren bertemu dengan sahabat lama ayahnya. Saat mengobrol, Chun-ren memahami bahwa kondisi keluarga sahabat lama ayahnya ini sedang buruk, ayahbundanya sudah meninggal namun belum dikuburkan dengan layak, putrinya juga belum menikah, maka itu butuh uang dalam jumlah besar.

Fan Chun-ren segera menjual 500 dou gandum yang dibawanya, namun hasilnya masih belum mencukupi, lalu dia menjual kapal yang digunakan untuk mengangkut gandum, barulah kesulitan sahabat lama ayahnya dapat teratasi.

Kemudian dia pulang ke ibukota dan melapor pada ayahnya bahwa dia telah menjual semua gandumnya, ketika ayah dan anak ini sedang duduk semeja, Fan Chun-ren berkata pada ayahnya: “Ayah, setelah saya menjual 500 dou gandum, uangnya masih tidak cukup.”

Sang ayah menengadahkan kepala sambil berkata pada putranya: “Kalau begitu kamu jual saja kapal kita.” Fan Chun-ren berkata: “Ayah, kapalnya sudah saya jual.”

Inilah yang disebut sebagai ayah dan anak sehati. Gandum sudah dijual dan kapal juga sudah dijual. Budaya kemuliaan dan kebajikan diwariskan secara turun temurun, lebih dari 800 tahun lamanya Keluarga Fan tidak mengalami kemerosotan, merupakan balasan yang paling nyata.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebajikan” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
                 父子同心

古代父母给孩子取名字,就是对孩子的期许。像范仲淹就给他的大儿子取了个名字,叫范纯仁,期许孩子纯是一颗仁慈之心。他的孩子长大了,有一天,吩咐儿子押解五百斗麦子回江苏老家。在运送过程中,范纯仁遇到了父亲的一个老朋友。在交谈中,了解到父亲这位故友家庭状况很不好,父母都还没有安葬好,女儿还没有出嫁,所以需要一大笔钱。范纯仁立即就把五百斗麦子卖掉,结果钱还是不够,范纯仁又把押解麦子的船也卖了,这样就解决了他父亲故友的困难。后来他就回京城跟父亲报告,当父子两个坐在同一张桌子旁边,范纯仁说: 父亲,我把五百斗麦子卖掉以后,钱还是不够。他父亲抬起头来对他说: 那你就把船也卖了吧!范纯仁说: 父亲,我已经卖掉了。所谓真正是父子同心。麦子卖掉了,船也卖掉了。仁德之风传了八百多年都没有衰,就是最丰厚的果报。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师