Saturday, 11 April 2020

47 Zi Gong Berkabung

 
Cerita Budi Pekerti 47
Zi Gong Berkabung

Selain Lima Bentuk Hubungan Manusia, masih ada sebuah hubungan yang sangat penting, yaitu hubungan antar guru dan murid. Insan zaman dulu sangatlah menghormati guru, seperti kata pepatah “Sehari berguru padanya, seumur hidup menganggapnya sebagai Ayah”. Maka itu, hubungan antar guru dan murid sama pentingnya dengan hubungan ayah dan anak.

Di dalam buku peninggalan zaman dulu kita dapat melihat, insan zaman dulu menjalani masa perkabungan untuk guru juga selama tiga tahun, sama halnya dengan menjalani masa perkabungan untuk Ayahbunda.

Konfusius mengajar sepanjang hidup-nya, ketika meninggal, budi dan kebajikan Beliau masih terbayang dalam ingatan murid-murid-nya. Di samping makam guru, mereka membangun sebuah gubuk dan berkabung di sana selama tiga tahun. Di antara mereka ada seorang murid yang berkabung selama enam tahun, namanya Zi Gong.

Oleh karena sewaktu Konfusius meninggal, Zi Gong sedang berdagang di negara lain, dan ketika dia kembali, upacara berkabung telah usai. Zi Gong merasa sangat menyesal, selesai berkabung tiga tahun, Zi Gong berkabung sendirian selama tiga tahun lagi, menyelesaikan masa berkabung selama enam tahun penuh. Sudah semestinya melakukan yang terbaik untuk guru.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebenaran” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
                 子贡守孝

在五伦关系以外,还有一伦关系很重要,就是师生关系。古代对老师非常尊敬,所谓 一日为师,终身为父。所以,师生关系与父子关系是同等的重要。我们在古书中看到,古代对于老师的丧礼都是守丧三年,跟对父母完全一样。孔夫子一生教学,在他去世的时候,学生们很感念老师的恩德,在老师的墓旁搭个棚子,整整守孝三年。其中有一个学生守了六年,就是子贡。因为夫子去世的时候,子贡在其他的国家做生意,等他回来的时候,丧礼都已经结束。子贡觉得非常的遗憾,守了三年以后,他自己又加三年,整整守了六年。当然对于老师理应如此。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

Thursday, 2 April 2020

46 Revolusi Demi Rakyat


Cerita Budi Pekerti 46
Revolusi Demi Rakyat  

Pada zaman dahulu, ketika Dinasti Xia berkuasa, ada sebuah suku yang bernama Shang dengan kepala sukunya yang bernama Cheng Tang. Cheng Tang kemudian menumbangkan Dinasti Xia lalu mendirikan Dinasti Shang, inilah revolusi paling awal yang terjadi di Negeri Tirai Bambu.

Sebelum berencana menggulingkan Dinasti Xia, Cheng Tang sesungguhnya sangat menghormati Kaisar Xia Jie. Sudah berulang kali Cheng Tang menasehati Kaisar Xia Jie, tetapi tidak pernah digubris.

Cheng Tang kemudian mencari seseorang yang berbudi luhur, bernama Yi Yin. Saat pergi mencari Yi Yin, Cheng Tang membawa banyak sekali emas, perak, uang dan barang berharga lainnya, namun Yi Yin sedikit pun tidak tergerak hatinya. Setelah beberapa kali membujuk, ketulusan hati Cheng Tang akhirnya menggugah Yi Yin, barulah dia bersedia membantu Cheng Tang.

Mengapa Yi Yin akhirnya setuju? Apakah karena apresiasi Cheng Tang terhadap dirinya? Tentu bukan demikian, hanya demi memberi manfaat untuk rakyat banyak. Lagi pula Cheng Tang membujuk Yi Yin juga bukan karena ingin menjatuhkan Kaisar Xia Jie, hanya ingin mengenalkan orang berbudi luhur seperti Yi Yin pada Kaisar Xia Jie.

Diperkenalkan sebanyak sembilan kali, Kaisar Xia Jie masih tidak peduli. Tetap saja berbuat sewenang-wenang, sedangkan Cheng Tang demi menyelamatkan rakyat dari kesengsaraan, barulah melakukan revolusi. Sewaktu berevolusi, Cheng Tang mengadakan upacara penghormatan kepada Langit dan Bumi, berjanji akan menegakkan keadilan untuk rakyat dan menghukum orang-orang yang bersalah.

Setelah menggulingkan Kaisar Jie dari Dinasti Xia, Cheng Tang sama sekali tidak membunuh semua keturunannya, bahkan memberikan sebidang tanah dan membiarkan mereka menetap di sana melewati masa tuanya dengan tenang.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebenaran” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~     
                 为民伐罪

古代,商汤是革命最早的。在汤王要讨伐夏桀以前,其实对夏桀也非常的恭敬。他屡屡劝夏桀,夏桀不听。汤王还去找来一位很贤德的人,叫伊尹。他去找伊尹的时候,带了很多金银财宝,伊尹见之如如不动。他多次去劝请,真诚心感动了伊尹,伊尹才随他出来。伊尹是为什么出来?只为了汤王对他的赏识吗?绝对不是如此,是为了利益天下百姓。而汤王找来伊尹不是去推翻夏桀,是把伊尹这样贤德的人介绍给夏桀。介绍了九次,夏桀都不用。夏桀依旧还是荒淫无道,汤王为了救民于水火之中才革命。革命的时候还对天做了一个隆重的祭祀,向天说道,绝对是要为民伐罪。当他击败夏桀以后,并没有大肆杀戮,还赏赐夏桀的后人一块封地,让他们居住在那里安享晚年。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

45 Ju-bo Menyelamatkan Teman


Cerita Budi Pekerti 45
Ju-bo Menyelamatkan Teman

Xun Ju-bo adalah seorang insan terpelajar yang hidup pada masa Dinasti Han. Oleh karena temannya sedang sakit kritis, maka dia pergi mengunjunginya. Namun sayangnya, ada sekelompok perampok yang ingin merampas harta benda di rumah temannya, semua penduduk desa juga telah melarikan diri. Temannya ini lalu membujuk Xun Ju-bo: “Di sini terlalu berbahaya, cepatlah kamu pergi!” Apakah Xun Ju-bo sudi untuk pergi? Tidak sudi.

Dia berkata: “Saya datang berkunjung untuk menjagamu, bagaimana boleh meninggalkanmu dan pergi begitu saja, hal demikian saya tidak dapat melakukannya.” Lalu Xun Ju-bo berjalan ke luar rumah dan berkata pada para perampok: “Temanku sedang sakit parah, kalian jangan melukainya, jika kalian ingin lukai saja diriku.”

Oleh karena dia sangat tulus dan menjunjung kebenaran serta tidak takut akan hidup dan mati, para perampok ini menjadi tergugah. Ketua perampok berkata pada rekannya: “Kita semua adalah orang yang tidak benar, bagaimana boleh merampok di tempat yang penuh kebenaran ini?” Ketua perampok dapat merasakan etika moral yang dimiliki oleh Xun Ju-bo, sehingga memerintahkan rekan-rekannya untuk menarik diri.

Ketulusan hati dan kebenaran yang dimiliki oleh Xun Ju-bo telah melenyapkan sebuah petaka. Apabila hari itu Xun Ju-bo pergi dan tidak menjaga temannya, apa yang akan terjadi? Tentu saja para perampok ini akan menganiaya temannya, dan sepanjang hidup hati nuraninya tidak akan tenang.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                  ( Seputar “Kebenaran” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~   
                 巨伯请代

汉朝时代有个读书人叫荀巨伯。因他的朋友生了一场大病,他去探望朋友。很不巧,刚好有一批强盗到他朋友居住的地方抢夺财物,村庄的所有人都跑掉了。他的朋友就劝荀巨伯: 这里太危险了,你赶快走!荀巨伯愿不愿意走?不愿意。他说: 我是来探望你、照顾你的,我如何可以舍你而去,这样的事我做不出来。荀巨伯就走到屋外,跟那些强盗说: 我的朋友已经病得很严重,你们不要伤害他,你们要伤害就对我好了。因为他很真诚,讲道义,不畏生死,结果连强盗都为之感动。强盗的头目就对他的同伙说: 我们皆是无义之人,怎么可以来抢夺这个有义的地方?强盗头目感受到荀巨伯的道义,就一声令下,把强盗全部都撤走了。荀巨伯的至诚心、道义心,化解了一次灾祸。假如荀巨伯那天没有照顾他的朋友,自己走了,会有什么结果?当然强盗肆虐,而他自己的良心都会终身不安。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师