Saturday, 14 March 2020

36 Guo Ji Menepati Janji


Cerita Budi Pekerti 36
Guo Ji Menepati Janji

Pada masa Dinasti Han Timur, ada seorang pejabat yang etika moralnya sangat baik, bernama Guo Ji. Beliau adalah seorang pejabat lokal di sebuah wilayah, ketika mengunjungi sebuah desa, sekelompok anak-anak mendadak berlari menghampirinya, dan berkata kepada Guo Ji: “Tuan, kapankah Anda datang lagi?” Guo Ji mempertimbangkan waktunya, lalu berkata: “Saya pasti datang lagi pada bulan sekian dan tahun sekian.” Selesai berbicara dan menentukan kapan dia akan datang, anak-anak pun mengantarnya pergi. 

Di waktu berikutnya Guo Ji berkunjung ke tempat ini lagi, namun hari yang dijanjikan dengan anak-anak masih belum tiba, Beliau datang lebih awal satu hari. Guo Ji memberitahu pelayannya, hari ini kita tidak boleh memasuki desa terlebih dulu, sebab anak-anak akan kehilangan kepercayaannya pada kita. Maka, Guo Ji menghabiskan satu malam di sebuah paviliun di luar desa, keesokan hari Beliau baru memasuki desa, dan anak-anak telah menunggunya di sana.

Guo Ji takkan menipu siapapun, baik terhadap anak kecil maupun orang yang lebih tua, tidak peduli seberapa kecil anak itu, Beliau juga tidak ingin kehilangan kepercayaan dari mereka. Maka itu, Kaisar Guang Wu sangat mengagumi etika moral yang dimiliki Guo Ji, dan menganugerahkan Beliau sebagai “Insan yang paling menepati janji”, kredibilitas ( dapat dipercaya ) yang dimilikinya telah mencapai tahapan sedemikian mendalamnya.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
             ( Seputar “Dapat dipercaya” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~   
                 郭汲亭侯

在东汉时代,有个官员德行很好,名叫郭汲。他担任某地的地方官,当他在某村巡视时,突然有一群孩子跑到他面前,对郭汲说:大人,你下次什么时候再来?郭汲算了一下时间,然后对小孩说,我某年某天会再到这个地方来。说完孩子们就送他走了。下一次郭汲又到这个地方来巡视,跟孩子约定的时间还差一天,他提前了一天。郭汲就跟仆人说,我们今天不能进去,因为如此就失信于小孩。所以,郭汲就在村外的野亭子过了一晚,隔天他才进村,而那些孩子都在那里等他。郭汲做到了童叟无欺,纵然是再小的小孩,也不愿意失信于他们。所以,光武帝非常赞叹郭汲的德行,称他是 信之至矣,他的信用已经达到了极致。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

35 Ji Zha Menggantung Pedang


Cerita Budi Pekerti 35
Ji Zha Menggantung Pedang

Pada periode musim semi dan musim gugur, ada seseorang bernama Ji Zha. Ji Zha adalah perwakilan Negara Wu yang diutus ke Negara Lu untuk urusan diplomatik. Di tengah perjalanan, ketika melewati Negara Xu, Raja Xu mengundangnya untuk makan malam. Saat jamuan berlangsung, Raja terus menatap pedang di sabuk Ji Zha. Melihat ekspresi mata Raja, Ji Zha sadar bahwa Raja sangat menyukai pedangnya, artinya “Sudah melihat dengan jelas apa yang dilihat”, Ji Zha pun mengerti isi hati Raja. Namun menurut tata krama, seorang utusan yang mewakili negaranya wajib mengenakan pedang. Dan dia berniat memberikan pedangnya pada Raja Xu setelah tugasnya selesai.

Sepulang dari Negara Lu dan melewati Negara Xu lagi, Ji Zha ingin segera memberikan pedangnya, namun sungguh disayangkan, sang Raja telah mangkat. Tanpa membuang waktu, Ji Zha berziarah ke makam Raja untuk memberi penghormatan. Selesai memberi hormat, dia menggantung pedangnya di atas pohon di samping makam. Pengawalnya melihat dan berkata: “Tuan, tindakan ini sudah berlebihan, sebab Anda tidak pernah berjanji akan memberikan pedang kepada-nya; walaupun Anda sudah berjanji, Raja juga telah meninggal, jadi tidak perlu berbuat demikian.”

Ji Zha lalu berkata bahwa hatiku telah berniat memberikan, jadi bukan berarti Raja sudah mangkat, maka boleh mengingkari janji! Kepercayaan yang dimiliki insan di era dulu adalah tumbuh dari hati dan pikiran, mereka takkan bersedia melanggar setiap niat hati dan pikirannya. 

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
             ( Seputar “Dapat dipercaya” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~   
                 季札挂剑

在春秋时代,有个人叫季札。季札要代表吴国出使鲁国,这是属于外交工作。在出使的途中,经过徐国,徐国国君请他吃饭。在吃饭过程中,国君就一直盯着季札腰带上的宝剑。季札看到国君的眼神,就知道他很喜爱这口宝剑,这是 视思明,看了以后他就明白了。但是按照礼仪来说,代表国家的使臣都必须佩戴宝剑。所以,他心里就暗想,等我完成任务以后,再将这把剑送给他。

他出使鲁国回来,又经过徐国,就去把剑送给徐国国君,不巧国君已经去世了。季札立即就赶到国君的墓前给他行礼。行完礼以后,就把自己的宝剑挂在墓边的树上。他的随从一看,就对他说:主人,您这样做太过了,因为您并没有答应要把剑送给他;而且纵使你已经答应给他了,他也已经死了,所以根本没有必要再把剑挂在那里。季札接着说: 始吾已心许之,岂以死背吾心哉。我的心已经起了此念要送给他,如何可以因国君之死,而违背了我心里的承诺!古人的信用是在起心动念上修,对于自己所起的一念都不愿意违背。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

Monday, 9 March 2020

34 Zhang Shao Menanti Kedatangan Fan Shi


Cerita Budi Pekerti 34
Zhang Shao Menanti Kedatangan Fan Shi

Pada masa Dinasti Han, ada seorang pelajar bernama Zhang Shao. Sewaktu kuliah di perguruan tinggi kekaisaran, dia mengenal seorang teman dari daerah lain yang bernama Fan Shi, mereka sangat akrab layaknya saudara, selalu belajar bersama hingga akhirnya tamat kuliah bersama. Ketika akan meninggalkan kampus, mereka membuat janji untuk bertemu kembali di hari yang sama dalam dua tahun mendatang.

Akhirnya hari yang dinanti telah tiba, Ibunda Zhang Shao tidak percaya Fan Shi akan datang, sebab rumah mereka terpisah sejauh beberapa ratus li. Namun Zhang Shao sangat yakin dan berkata kepada Bundanya, Fan Shi adalah orang yang selalu menepati janji. Ternyata benar, hari itu Fan Shi datang menepati janjinya.

Kemudian Zhang Shao jatuh sakit dan kondisinya sangat kritis, dia ingin istrinya memberi kabar kepada Fan Shi dan dia percaya Fan Shi pasti dengan sepenuh hati menjaga keluarganya. Saat Zhang Shao meninggal, oleh karena Fan Shi belum tiba, upacara pemakaman pun tidak bisa dilaksanakan. Setelah Fan Shi tiba, upacara pemakaman barulah terlaksana dengan lancar. Fan Shi memenuhi janjinya pada Zhang Shao, menjaga dan mengatur masa depan anak dan istrinya dengan sangat baik.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
             ( Seputar “Dapat dipercaya” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~   
                 张劭待式

在汉朝时候,有个读书人叫张劭。他在太学里认识了另外一个朋友叫范式,他们一起学习、一起成长。后来离开太学,他们就相约两年以后的某一天见面。结果两年以后那一天,张劭就跟他母亲说,我们两年前约好了,他今天一定会来。因为两家相隔几百里,所以他母亲不相信。不过张劭很有信心,他说范式是个重承诺的人,一定会到,果然那一天范式真的来了。

后来张劭病危,就跟他的太太说要告知范式,说他一定会全心全力照顾他的家人。张劭去世以后,正要安葬,因为范式还没到,所以如何安葬,好像都不能做主。后来范式赶到了,棺木才顺利葬下去。以后,范式对于张劭妻儿的照顾和安排果然都非常的好。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师