Thursday, 6 February 2020

06 Mao Yi Menghidupi Ibunda



Cerita Budi Pekerti 06
Mao Yi Menghidupi Ibunda

Pada zaman dahulu, ada seorang putra berbakti yang bernama Mao Yi. Karena masa itu sedang terjadi kerusuhan, sebagian besar insan terpelajar tidak bersedia menjadi pejabat, hanya ingin mengabdikan diri dengan mengajar, tidak ingin mengejar segala ketenaran dan keuntungan, Namun Mao Yi malah sebaliknya, dia menerima tawaran menjadi seorang pejabat. Para sahabatnya merasa dia tidak boleh berbuat demikian, maka mereka mulai meremehkannya. Saat Mao Yi menerima menjadi pejabat, dia masih memperlihatkan senyumnya, sahabat-sahabatnya pun berangsur menjauhinya.

Setelah lewat beberapa waktu, Ibunda Mao Yi meninggal dunia. Mao Yi pun melepaskan jabatan dan berhenti dari pekerjaannya. Ada seorang sahabat Mao Yi yang juga merupakan pelajar terkenal bernama Zhang Feng, melihat Mao Yi melepas jabatan, didalam hatinya merasa malu. Dia berkata, sejak awal Mao Yi tersenyum untuk siapa? ‘Saya kelaparan tidaklah masalah, bagaimana bisa membiarkan Bundaku yang kelaparan!’ Demi menghidupi Ibundanya, dengan senang hati dia melakukan pekerjaannya. Setelah Ibunda meninggal, dia ingin mempertahankan kepribadiannya, tidak bersedia menjabat lagi. Ini adalah menyesuaikan diri dengan keadaan.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                              ( Seputar “bakti” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~    
                  毛义养亲

在古代,有个孝子叫毛义。因为那时是乱世,读书人大多不愿意出来做官,只想自己独善其身,好好教学,不愿贪图所谓功名利禄。然而毛义就接受了一个官职,出来做官。他的一些好友就觉得他不可以这样做,因此就看不起他。毛义在接受官位的时候,还露出微笑,所以这些朋友都逐渐远离他了。

过了一段时间以后,毛义的母亲往生了。毛义就把官职辞掉,从此就没有再出来为官。毛义的好友中,有一位很有名望的读书人叫张奉,他看到毛义辞官回来,内心很惭愧。他说毛义当初这一笑是为谁笑的?‘我挨饿没关系,如何可以让我的母亲挨饿!‘ 他是为了奉养母亲,心生欢喜。等母亲往生以后,他要保守气节,就不愿再出去。这是通权达变。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

05 Mantel Buatan Bunda


Cerita Budi Pekerti 05
Mantel Buatan Bunda

Pada periode musim semi dan musim gugur, ada seorang putra berbakti bernama Min Zi-qian, Ibundanya sudah meninggal, Ayahnya menikah lagi dan memiliki dua anak laki-laki. Ibu tiri selalu memperlakukannya dengan tidak baik. Suatu tahun di musim dingin, Ibu tiri membuatkan mantel dari bunga alang-alang untuknya dan untuk adik-adiknya terbuat dari kapas. Mantel dari bunga alang-alang kelihatan halus tapi tidaklah hangat.

Kebetulan Ayah mengajaknya keluar dan memintanya memandu kereta kuda. Karena cuaca dan angin yang terlalu dingin serta mantel yang tidak hangat, membuatnya menggigil kedinginan. Ayahnya sangat marah melihatnya, mantel sebegitu tebalnya masih gemetaran, apakah bermaksud ingin merendahkan Ibu tiri. Dalam kemarahan, mengambil cambuk dan memukuli Min Zi-qian. Saat mencambuk, mantel menjadi robek, bunga alang-alang pun beterbangan. Ayahnya baru mengerti dan sangat marah, ternyata Ibu tiri sudah menindas putranya sendiri. Sesampainya di rumah, langsung ingin mengusirnya.

Min Zi-qian tetap bersikap tulus terhadap Ibu tirinya. Saat seperti ini cuma ada satu niat pikirannya, sambil berlutut berkata kepada Ayahnya: “Ayah, jangan mengusir Bunda, karena Bunda ada maka hanya satu anak kedinginan, sebaliknya kalau Bunda tidak ada, maka tiga anak akan kedinginan. Saat ada Bunda, hanya saya sendiri yang merasakan kedinginan, jika Bunda pergi, pada saat bersamaan saya dan adik-adik akan kedinginan dan kelaparan.”

Keadaan ini tidak membuat rasa bakti dan ketulusan Min Zi-qian berkurang, bahkan masih memikirkan kebahagiaan saudara dan keluarganya. Ketulusan ini membuat amarah Ayahnya reda dan membuat Ibu tirinya merasa malu. Rasa bakti dan ketulusan Min Zi-qian sudah merubah keburukan dikeluarganya menjadi harmonis dan bahagia. Jadi, “Jika Ayahbunda tak menyukai kita namun kita tetap dapat berbakti maka tak jauh dari taraf insan suci.” Kita harus selalu mengingat, “Pembinaan moralitas diri masih belum mencukupi”, maka “Takkan sanggup menggugah dan mempengaruhi orang lain”, selamanya takkan melupakan ketulusan, sehingga setiap saat dapat menjaga orang-orang di sekeliling kita.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                              ( Seputar “bakti” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~    
                 单衣顺母

春秋时代,有个孝子叫闵子骞。他的母亲去世比较早,父亲娶了继母,又生了两个弟弟。继母对他不好,常常虐待他。一年冬天,继母用芦花给他做衣服,而给他的两个弟弟做的是棉衣。芦花做衣服看起来很蓬松,但是不保暖。刚好他父亲带他外出,让他驾马车。因为天气太冷,冷风飕飕,衣服又不保暖,所以他就冻得发抖。父亲看了以后很生气,衣服已经穿得这么厚了还在发抖,是不是有意要诋毁继母。一气之下,就拿起鞭子抽打闵子骞。结果鞭子一打下去,衣服破了,芦花飞出来,父亲这才明了,原来是继母虐待自己的孩子,所以很生气。回到家里,当下就要把他的后母休掉。

闵子骞对他的后母还是一味的真诚。在此时只有一个念头,跪下来跟他的父亲说:父亲,不能赶后母走,因为 “母在一子寒,母去三子单”。有母亲在的时候,只有我一个人寒冷,假如母亲走了,我和两个弟弟同时都要挨饿受冻。

在这种情形之下,闵子骞至诚的孝心丝毫不减,而且还想到兄弟和家庭的和乐。这一分真诚让他的父亲息怒,这一分真诚也让他的后母生起惭愧之心。闵子骞这分真诚的孝心转化了家庭的恶缘,致使家庭从此幸福和乐。所以,亲憎我,孝方贤。我们时时处处想着 德未修,所以 感未至,真诚就能永不忘失,能时时提起关照。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
     讲述  ~  蔡礼旭老师

04 Li Zhong Anak Berbakti


Cerita Budi Pekerti 04
Li Zhong Anak Berbakti

Di dalam “Zhong Yong” atau Doktrin Jalan Tengah Konfusius disebutkan bahwa: “Datangnya petaka atau berkah, baik atau buruk, akan diketahui terlebih dulu”. Jika seseorang sering berbuat kebajikan, maka “Seratus berkah berdatangan, seribu keberuntungan berkumpul.” Ini adalah hasil dari bakti, berbuat baik mendapat balasan baik. Pada zaman dahulu, banyak kisah nyata bakti yang mengharukan langit dan bumi, karena berbakti sehingga mengurai bencana, contohnya ada banyak sekali.

Pada masa Dinasti Yuan, pernah terjadi gempa bumi dahsyat, yang telah meruntuhkan rumah penduduk di sebuah wilayah besar. Di sana, ada seorang anak yang berbakti bernama Li Zhong, saat gelombang di sepanjang pusat gempa menyebar menghampiri rumahnya, tiba-tiba gelombang pecah menjadi dua arah, melingkar melintasi pinggir rumahnya. Setelah melewati rumah Li Zhong, barulah gelombang kembali bersatu. Akhirnya, rumah penduduk yang lain semuanya runtuh dan hanya tersisa rumah Li Zhong yang masih utuh. Benar-benar merupakan mukjizat tak terbayangkan, bakti telah menggugah langit dan bumi.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                              ( Seputar “bakti’ )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~    
                 孝子李忠

《中庸》提到:祸福将至,善,必先知之;不善,必先知之。一个人假如处处行善,自然就能 百福骈臻,千祥云集。这都是善有善报的孝道结果。所以,古代有很多孝感天地的实例,因为孝行而化解灾难的例子非常多。

元朝的时候,发生了一次大地震,把很大一个地区的房屋都震垮了。当地有个孝子叫李忠,当震波沿着震央向外传播,快到他家的时候,突然传播的方向变成两条,过了他家以后,震波传播的方向又合而为一,把他家绕过去了。结果,其他家所有的房屋都倒塌了,只有他一家的房屋没倒。确实实感应不可思议,真正是孝感天地。

德育故事 ~ 小故事 真智慧

     讲述  蔡礼旭老师