Thursday, 6 February 2020

03 Mempersembahkan Murbei Untuk Ibunda



Cerita Budi Pekerti 03
Mempersembahkan Murbei Untuk Ibunda

Ada seorang pelajar bernama Cai Shun dari Dinasti Han, Ibundanya sangat suka makan murbei (sejenis buah berry yang rasanya masam). Suatu hari, Cai Shun keluar memetik murbei sambil membawa dua keranjang, satu keranjang diisi dengan buah yang berwarna hitam atau ungu dan yang lainnya warna merah. Mengapa dibagi menjadi dua keranjang? Karena murbei yang matang berwarna hitam atau ungu sedangkan yang belum terlalu matang berwarna merah. Dalam perjalanan pulang, Cai Shun bertemu dengan para perampok.

Para perampok yang merasa heran, menangkapnya dan bertanya, “Mengapa murbei yang diambil dibagi menjadi dua bagian?” Cai Shun menjawab, “Karena murbei yang matang, rasanya lebih manis, akan saya persembahkan untuk Ibunda, bagian yang tidak terlalu matang untuk diriku sendiri.”

Para perampok menjadi terharu lalu melepaskan Cai Shun. Perampok-perampok ini adalah pembunuh yang kejam, mengapa mereka melepaskannya? Sebab bakti Cai Shun sudah membangunkan rasa bakti mereka. Kita harus percaya, “Pada dasarnya sifat manusia adalah baik”, kita tidak perlu memarahinya, asalkan diri sendiri bermoral dan berbuat baik, maka sejahat apapun seseorang dan masyarakat juga akan terpengaruh.

Saking terharunya, para perampok memberikan sejumlah beras dan barang lainnya kepada Cai Shun guna menghidupi Ibundanya, namun ditolak. Bagaimana jika dia membawa pulang, tiba-tiba ada pejabat dari pemerintahan yang mendapati adanya barang curian? Maka tidak ada alasan untuk berdebat. Jadi, kita harus tahu darimana barang itu berasal sebelum menerimanya. Konfusius berkata, “Orang yang berbudi memiliki sembilan pemikiran”, artinya selalu mengamati dari sembilan sudut pandang. Barang yang diperoleh harus sesuai moralitas, jika tidak maka jangan menggunakannya.

Saat kita bercerita kepada anak-anak atau para pelajar, dalam kisah tersebut mengandung banyak kebenaran. Kebenaran yang pertama, “Apa yang disukai Ayahbunda harus segera diwujudkan”. Kedua, “Pada dasarnya sifat manusia adalah baik”, kita mesti menggunakan etika moral guna mempengaruhi mereka. Ketiga, “Tidak mengambil keuntungan secara tidak benar”, “Insan mulia mengejar kekayaan dengan cara yang benar.”

Andaikata kita hanya menyampaikan cerita saja kepada anak-anak, tanpa menjelaskan kebenaran kepada mereka, maka di benak mereka hanyalah selesai mendengarkan sebuah cerita. Sebaliknya apabila kita hanya menjelaskan kebenaran tanpa disertai cerita, sebagian orang akan mengantuk jadinya. Jadi setiap membicarakan kebenaran, kita juga harus sambil bercerita. Dengan demikian, mereka akan lebih mudah menerima dan memahaminya.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                              ( Seputar “bakti” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~    
                 拾椹供亲

在汉朝,有个读书人叫蔡顺,他母亲喜欢吃桑椹。有一天,蔡顺出外去采桑椹,他拿了两个篮子,一个装黑色或紫色的,另外一个装比较红色的。为什么要分成两个篮子?因为比较熟的桑椹是黑色、紫色的,还不是很熟的是红色。蔡顺在回家的路上遇到了强盗。

强盗们也很纳闷,把他抓起来,就问他:你为什么采桑椹要分两边?他说:因为熟的比较甜,是留给我母亲吃的;这边不太熟的,是留给自己吃的。

强盗们听了很受感动,就把他放了。强盗都是杀人不眨眼的,为何会把他放了?因为蔡顺的孝心唤醒了他们的孝心。所以,我们要相信 人之初,性本善,只要我们有好的德行,再恶的人也会被感化。我们面对恶人的时候,要不要去责骂他?不需要!最重要的是我们自己做好,来影响他,影响社会。

强盗们因为很感动,就把一些米和一些东西送给蔡顺,让他拿这些东西奉养母亲。然而,蔡顺并没有拿。假如他拿回去才放到家里,突然官府里的官员来了。进门一看:张三家的米为什么在你家?李四家的菜为什么在你家?此是人赃俱获,百口莫辩。所以,要拿任何人的东西,一定要先思考物品的来路是否清楚!孔夫子说 君子有九思,就是君子有九个方面要时时观照,时时反思。这九思当中就提到 见得思义。我们要获得任何一样东西,首先就要考虑到它的来路是否符合道义。假如与道义相违背,就绝对不能动用。所谓 君子爱财,取之有道

我们跟孩子们每讲一个故事,其中都蕴含着很多道理。这个故事蕴含的第一个道理,是 亲所好,力为具。第二个道理,是 人之初,性本善,我们应该用德行去感化。第三个道理,是 见得思义君子爱财,取之有道。当我们在跟学生讲故事时,假如不把这些道理开显,学生留下的印象,只是觉得听了一个故事。假如只是单纯讲道理,没有讲故事,一般人听久了道理很可能会昏沉。所以,理与事要融合在一起,要理事圆融来讲故事。如此,学生就会很容易吸收其中蕴含的道理。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
      讲述  ~  蔡礼旭老师

02 Berbaring Di Atas Es Meminta Ikan Mas

     


Cerita Budi Pekerti 02
Berbaring Di Atas Es Meminta Ikan Mas

Pada masa Dinasti Jin, ada seorang putra berbakti bernama Wang Xiang. Ibunda Wang Xiang sudah lama meninggal dunia dan Ayahnya pun sudah menikah lagi, Ibu tiri sangatlah membenci Wang Xiang. Kemudian, Ibu tiri melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Wang Lan. Sejak saat itu, Wang Xiang yang malang semakin dipersulit oleh Ibu tirinya. Namun, Wang Xiang tidak pernah mengeluh, bahkan sering berpikir bagaimana cara untuk membahagiakan Ibu tirinya.

Suatu hari, di saat langit dan bumi diselimuti salju, Ibu tiri Wang Xiang sakit dan ingin makan ikan mas. Namun seluruh permukaan sungai telah membeku, bagaimana mungkin akan ada ikan yang muncul! Di tepian sungai dengan tidak berdaya, Wang Xiang memanggil Ibundanya, berbaring di atas permukaan es dan berharap akan muncul keajaiban. Tiba-tiba permukaan es retak dan terbuka, lalu melompat keluar dua ekor ikan mas. Karena bakti dan ketulusan Wang Xiang telah mengharukan langit dan bumi!

Perlakuan kasar Ibu tirinya bukan hanya didapat sewaktu masih kecil, bahkan berlanjut ketika Wang Xiang dewasa dan sudah berkeluarga. Tapi adiknya yang bernama Wang Lan sangat menghormati abangnya ini. Setiap kali abangnya dihukum, sang adik akan datang membelanya.

Moralitas dan pengetahuan Wang Xiang makin meningkat dan reputasinya juga makin membaik. Ibu tirinya berpikir ingin mencelakai Wang Xiang dengan cara memasukkan racun ke dalam minumannya. Namun diketahui oleh adik laki-lakinya, dengan cepat dia merebut minuman beracun itu dan berpikir ingin menggantikan abangnya mati dengan meminum racun tersebut. Melihat adegan ini, Ibu tiri segera membalikkan minuman beracun dan merasa sangat malu. Sebab dia selalu berpikir ingin membunuh Wang Xiang, tetapi putra kandungnya sendiri malah rela mati demi abangnya. Hubungan persaudaraan Wang Xiang dan Wang Lan telah menggugah hati sang Ibu tiri, mereka pun menangis berpelukan. Maka hanya dengan kebajikan dan ketulusanlah yang dapat mengubah kejahatan menjadi kebaikan.

Kelak, Wang Xiang dan Wang Lan menjadi pejabat di pengadilan. Ada seorang pejabat besar menghadiahkan sebuah pedang pusaka kepada Wang Xiang  dan mengatakan bahwa seseorang yang memiliki pedang pusaka ini, maka anak cucunya akan sangat kaya dan makmur. Wang Xiang segera memberikan pedang pusaka kepada adiknya. Menurut catatan buku sejarah, sembilan keturunan dari Wang Xiang dan Wang Lan, semuanya adalah menteri dan juga pejabat besar. Seperti yang dikatakan, keluarga yang menimbun kebajikan pasti memiliki berkah berlimpah untuk diwariskan kepada anak cucunya.

Dikutip dari: Ebook “ Cerita Budi Pekerti”
                              ( Seputar “bakti” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~                     
           卧冰求鲤

晋朝的时候,有个孝子名叫王祥。他母亲很早就去世,父亲娶了后母,后母视他为眼中钉。后来,后母也生了一个男孩,就是王祥的弟弟王览。从此,后母对王祥更是百般刁难。对一个小孩来说,如此的际遇是非常不幸的。然而,王祥并没有任何抱怨,反而常常想着如何做才能令后母欢喜。

有一天冰天雪地,后母病了想要吃鲤鱼,整个河都已经结冰了,怎么会有鱼出现!王祥到了河边无可奈何,就呼唤着母亲,赤背卧在冰上,希望能出现奇迹。由于他这份至诚的孝心,冰裂开了,跳出两条鲤鱼,让他能孝敬后母。这真是孝感天地,至诚感通!
王祥不只是在小时候受后母的虐待,长大成家之后,后母对他们依然是百般刁难。但是他的弟弟王览对兄长很尊敬,每次母亲惩罚哥哥时,弟弟就会来从旁解围。

王祥的道德和学问日渐提升,名声也愈来愈好。后母随之起了害王祥的念头,在酒中下了毒给王祥喝。结果他的弟弟发现了,在情急之下,冲过去把毒酒夺过来,当场要喝下去,想替哥哥去死。后母看到这一幕,立刻把毒酒打翻,感到非常羞愧。因为她时时想置王祥于死地,而她的亲生儿子却宁愿为兄长而死。兄弟之情感化了后母,后母和这两兄弟抱在一起痛哭。所以,唯有德行和真诚,才能转变人生的恶缘。

以后,王祥跟王览都在朝廷做了官。有位大官就送了一把传家宝剑给王祥,并告诉他,拥有这把宝剑的人,子孙一定会非常的发达荣显。王祥立即把宝剑送给弟弟。史书上记载,王祥和王览的后代九世都为公卿,就是做大官的。所谓是积善之家,必有余庆。

德育故事 ~ 小故事 真智慧
      讲述  ~  蔡礼旭老师


01 Bo Yu Mengasihi Bunda

   


Cerita Budi Pekerti 01
Bo Yu Mengasihi Bunda

Pada zaman dahulu kala ada seorang putra berbakti bernama Han Bo-yu. Setiap kali Bo-yu berbuat kesalahan, ibunya selalu mendidik dengan keras, bahkan terkadang memukulinya. Ketika dia beranjak dewasa dan melakukan kesalahan, cara mendidik ibunya masih saja serupa.

Suatu kali saat ibunya memukulinya, tiba-tiba Bo-yu menangis. Ibunya terkejut, sebab selama ini Bo-yu tidak pernah menangis ketika dipukuli. Ibunya bertanya, “Kenapa menangis?”

Bo-yu menjawab, “Sejak kecil sampai sekarang, saya selalu merasa kesakitan ketika ibu memukulku. Saya mengerti, ibu melakukannya untuk mendidikku. Tapi hari ini ibu memukulku, saya tidak merasakan sakit lagi. Ini berarti bahwa kondisi tubuh ibu semakin lemah. Dan kesempatan saya untuk merawat dan menjaga ibu semakin berkurang. Memikirkan hal ini, saya tidak bisa menahan perasaan sedih.”

Maka itu demi mendidik dan membesarkan anaknya, Ayahbunda rela mengorbankan sepanjang hidup mereka, hari demi hari, tahun berganti tahun kian menua dan melemah. Sebagai anak, hendaknya segera berbakti pada Ayahbunda.

Dikutip dari: Ebook “Cerita Budi Pekerti”
                              ( Seputar “bakti” )
Pembicara: Guru Cai Li-xu
Edisi: Tahun 2008

德育故事  ~    
                  伯俞怜母

古代有个孝子叫韩伯俞。他的母亲在他犯错时,总是严厉地教导他,有时还会打他。待他长大成人后,当他犯错时,母亲的教训依然如故。有一次母亲打他,他突然放声大哭。母亲很惊讶,几十年来打他从未哭过。

于是就问他:为什么要哭?伯俞回答说:从小到大,母亲打我,我都觉得很痛。我能感受到母亲是为了教育我才这么做。但是今天母亲打我,我已经感觉不到痛了。这明母亲的身体愈来愈虚弱,我奉养母亲的时间愈来愈短了。想到此我不禁悲从中来。

所以,父母为了抚育孩子,为了孩子茁壮地成长,日复一日年复一年,年华消逝,日渐衰老。为人子者,更当孝养父母。

德育故事 ~ 小故事 真智慧  
      讲述  蔡礼旭老师